Prabowo Didampingi Gibran Hadiri Sarasehan Kebangsaan Bersama 2.600 Rektor dan Dosen
Adi Suhendi June 26, 2026 06:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Sarasehan bertajuk “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia” mempertemukan pemerintah, dosen, dan pemangku kebijakan.

Prabowo yang mengenakan pakaian safari lengan panjang tiba sekitar pukul 16.00 WIB.

Ketibaan Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Turun dari kendaraan, Prabowo disambut Mendikti Saintek Brian Yuliarto.

Setelah bersalaman Presiden kemudian langsung masuk ke dalam lokasi sarasehan dan menyalami para pejabat dan tokoh yang hadir.

Baca juga: Prabowo Minta Mendiktisaintek Siapkan SDM untuk Topang Program Hilirisasi

Turut mendamping Presiden yakni Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Pratikno, dan lainnya.

Ketibaan Presiden menandakan dimulainya acara Sarasehan dengan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya.

Baca juga: Di Dekat Prabowo, Mentan Amran Pamerkan Rekor-Rekor Sektor Pertanian: Harga Pupuk Turun

Mendikti Saintek Brian Yuliarto mengatakan sarasehan diikuti 2600 peserta mulai dari rektor, direktur universitas/perguruan tinggi, Ketua Perguruan Tinggi, dosen, peneliti, dan mitra kolaborasi perguruan tinggi.

“Setelah seluruh sesi selesai kami akan merumuskan peran dan fungsi perguruan tinggi untuk membantu program nasional,” kata Brian.

Prabowo Minta Siapkan SDM untuk Topang Program Hilirisasi

Sebelum acara, Menteri Brian Yuliarto sempat menggelar rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/6/2026) malam.

Brian mengatakan rapat tersebut membahas masalah hilirisasi industri. 

Presiden ingin program hilirisasi dipercepat.

“Intinya adalah bagaimana percepatan ya, industri hilirisasi yang diminta Bapak Presiden bersama danantara ya,” kata Brian di Istana.

Percepatan hilirisasi tersebut dilakukan di sejumlah sektor, mulai dari industri farmasi, mobil nasional dan motor nasional.

Brian bilang, Presiden meminta kementeriannya menyiapkan SDM lulusan perguruan tinggi untuk kebutuhan hilirisasi industri.

“Kami diminta memastikan SDM-SDM, lulusan-lulusan perguruan tinggi kita itu nantinya betul-betul bisa memenuhi apa? Bisa memenuhi kebutuhan SDM untuk pengembangan industri hilirisasi yang memang tidak sedikit itu kan ya,” katanya.

Presiden minta agar hilirisasi industri yang dipercepat tidak sampai kekurangan SDM atau SDM yang dihasilkan perguruan tinggi tidak sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.

“Misalkan kita butuh banyak tenaga ahli kelistrikan, ternyata lulusannya nggak sesuai. Jadi, kita diminta menghitung itu, memastikan ini bisa memenuhi industrialisasi yang ada,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.