Panen Kubis dari Limbah RPH, Wali Kota Kediri Dorong Gerakan Ketahanan Pangan Berbasis Pekarangan
Rendy Nicko June 26, 2026 06:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memanen kubis yang ditanam di area Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Kediri, Kamis (25/6/2026). Tanaman tersebut dibudidayakan menggunakan pupuk organik cair yang diolah dari limbah RPH sebagai bagian dari upaya pemanfaatan limbah sekaligus mendukung program ketahanan pangan di Kota Kediri.

Panen itu bukan sekadar memetik hasil pertanian. Kegiatan tersebut menjadi simbol upaya Pemerintah Kota Kediri mengubah limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan menjadi produk yang bermanfaat sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Dalam kesempatan itu, Vinanda mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, kecamatan, kelurahan, hingga aparatur sipil negara (ASN) menjadi pelopor Gerakan Ketahanan Pangan dan Gizi. 

Gerakan tersebut telah dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota yang mendorong pemanfaatan lahan kosong di lingkungan kerja maupun rumah untuk ditanami tanaman produktif dan membudidayakan sumber protein hewani.

Baca juga: Update Kasus Pelecehan Sesama Jenis di Kabupaten Nganjuk, Modus Pelaku Diungkap

Menurutnya, setiap jengkal lahan yang dimanfaatkan dapat memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan keluarga. Selain menghasilkan bahan pangan sendiri, kebiasaan menanam juga dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.

"Pemanfaatan pekarangan untuk menanam tanaman produktif merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar. Saya berharap masyarakat Kota Kediri dan OPD di Pemkot dapat memanfaatkan lahan yang tersedia, meskipun terbatas, untuk menanam berbagai tanaman produktif seperti sayuran, buah-buahan, maupun tanaman pangan lainnya," kata Vinanda.

Di sela panen, perhatian Wali Kota juga tertuju pada pupuk organik cair yang digunakan untuk merawat tanaman kubis tersebut. Pupuk itu berasal dari limbah RPH yang selama ini diolah agar memiliki nilai guna.

Vinanda mengapresiasi inovasi tersebut karena tidak hanya mengurangi potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga terbukti mampu mendukung pertumbuhan tanaman hingga menghasilkan panen yang memuaskan.

"Tadi saya minta ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian agar pupuknya bisa diuji laboratorium apa kandungan di dalamnya. Ini bagus sekali, limbah yang sebelumnya bisa menjadi masalah lingkungan kini dapat dimanfaatkan dengan baik," ungkapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, Un Ahmad Nurdin, menjelaskan penanaman kubis di area RPH merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota mengenai Gerakan Ketahanan Pangan dan Gizi. Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini dioptimalkan menjadi area budidaya tanaman produktif.

Ia menyebut seluruh proses perawatan tanaman memanfaatkan pupuk organik cair yang dihasilkan dari limbah isi usus hewan di RPH. Hasilnya dinilai cukup baik sehingga pemerintah berencana melakukan pengujian laboratorium terhadap kandungan pupuk tersebut.

"Karena pupuk cair dari limbah isi usus ini hasilnya bagus, Mbak Wali meminta dilakukan uji laboratorium. Jika nanti kandungannya sudah diketahui dan hasilnya baik, pupuk ini bisa dikemas lalu dijual. Ini juga berpotensi menambah pendapatan asli daerah," kata Un Ahmad.

Selain pupuk, hasil panen sayuran juga diharapkan memiliki nilai ekonomi. Pemkot Kediri berencana menggandeng Perumda Pasar Joyoboyo untuk menyediakan kios khusus yang menjual hasil panen dari area RPH maupun lahan produktif milik OPD, kecamatan, dan kelurahan.

"Selama ini kami mencoba menanam berbagai macam sayur sebagai proses belajar dan hasilnya dibagikan kepada masyarakat sekitar. Ke depan kami berharap pemanfaatan lahan untuk menanam tanaman produktif bisa dilakukan lebih masif di seluruh Kota Kediri sehingga manfaatnya semakin luas," ujar Un Ahmad.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.