- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan usai mendapat cemoohan saat menghadiri upacara kelulusan perwira tempur IDF.
Insiden itu terjadi di Kamp Laskov, dekat Mitzpe Ramon, pada Kamis (25/6).
Saat berpidato, Netanyahu sempat mengenang masa dinas militernya dan kehilangan seorang rekannya di medan perang.
Namun, suasana mendadak berubah ketika terdengar seseorang dari barisan hadirin berteriak, "Pulanglah!".
Meski dicemooh, Netanyahu tetap melanjutkan pidatonya di hadapan para perwira yang baru lulus.
Ia kemudian membahas operasi militer Israel di Lebanon selatan.
Netanyahu menegaskan pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon selama dianggap masih diperlukan.
Ia juga mengaku telah memberikan kewenangan penuh kepada militer untuk menghadapi setiap ancaman.
Menurut Netanyahu, pemerintah akan terus mendukung seluruh prajurit dan komandan yang bertugas di lapangan.
Upacara tersebut merupakan kelulusan angkatan baru perwira tempur dari sekolah perwira Bahad 1 milik Angkatan Pertahanan Israel.
Insiden cemoohan itu terjadi di tengah meningkatnya tekanan politik terhadap Netanyahu.
Dalam beberapa bulan terakhir, ia terus dikritik terkait penanganan perang dan kebijakan keamanannya.
Nasib para sandera yang belum seluruhnya berhasil dipulangkan juga menjadi salah satu sorotan publik.
Sejumlah survei di Israel menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan Netanyahu mengalami penurunan.
Aksi demonstrasi yang menuntut perubahan kepemimpinan juga masih beberapa kali terjadi di berbagai kota.