Persijap Jepara Kembali Ditinggal Dua Pemain Kunci, Kapten Wahyudi Hamisi dan Aly Ndom
rika irawati June 26, 2026 07:12 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Persijap Jepara kehilangan dua gelandang andalan jelang kompetisi Super League 2026/2027.

Kapten Laskar Kalinyamat Wahyudi Setiawan Hamisi dan Aly Ndom resmi meninggalkan tim.

Kabar ini disampaikan Persijap Jepara, Jumat (26/6/2026).

Sepanjang musim 2025/2026, Wahyudi Hamisi menjadi leader bagi rekan-rekannya di atas lapangan.

Peran sentralnya sebagai gelandang membantu lini tengah Persijap lebih hidup dan kokoh dari gempuran pemain lawan.

Gaya bermainnya lebih condong pada sektor pertahanan, menjaga kedalaman tim agar tidak mudah ditembus setiap tim lawan yang dihadapi.

Baca juga: Yoo Jae-Hoon Berpisah dengan Persijap Jepara, Dikabarkan Susul Shin Tae-yong ke Persija Jakarta

Sementara, Aly Ndom, pemain jangkung yang kerap mengisi pos gelandang bertahan juga meninggalkan klub.

Aly Ndom kerap menjadi opsi pertama pelatih saat Wahyudi Hamisi tidak bisa tampil.

Pemain jangkung asal Prancis itu selalu menjadi andalan menambal lini pertahanan Persijap.

Aly juga sering ditempatkan di posisi palang pintu Persijap untuk memperkuat pertahanan.

Sejak bergabung bersama Laskar Kalinyamat pada putaran kedua musim lalu, Aly Ndom sudah bermain 11 pertandingan.

Dia dikenal sebagai sosok yang memberikan kontribusi tidak hanya lewat penampilan di lapangan, tetapi juga melalui sikap profesional dan semangatnya dalam setiap sesi latihan hingga pertandingan.

Bahkan, kehadirannya menjadi bagian dari perjalanan Persijap yang turut membantu misi bertahan di level kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia.

"Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari tim ini, dan saya mendoakan yang terbaik untuk kalian semua dalam perjalanan berikutnya."

"Segalanya luar biasa. Dukungan dari klub dan para suporter benar-benar istimewa," kata Aly dikutip Jumat (26/6/2026).

Baca juga: Pesan Carlos Franca Usai Tinggalkan Persijap Jepara

Momen yang mengharukan bagi Aly saat dirinya diterima baik oleh rekan-tekannya, juga pendukung Persijap Jepara.

Di Jepara, Aly merasakan kasih sayang yang cukup besar sebagai pemain sepakbola yang dicintai pendukungnya.

Dia pun menaruh harapan besar, kelak di lain kesempatan, bisa dipertemukan lagi dengan klub Persijap dan pendukungnya, masyarakat Jepara.

"Kota ini (Jepara) juga sangat indah."

"Saya hanya berharap bisa bermain lebih banyak lagi agar dapat membalas cinta dan dukungan yang telah mereka berikan kepada saya," ujar dia.

Sementara, Wahyudi memiliki momentum yang mengharukan selama perjalanannya bersama Persijap.

Satu di antaranya, ketika Persijap menghadapi Persita Tangerang sebagai pertandingan krusial yang menentukan Laskar Kalinyamat bertahan di Super League.

"Kita tahu, Persijap merupakan tim yang survive sejak awal kompetisi. Perjalanan tidak mudah dari tim promosi Liga 2, kini bisa bertahan di Liga 1."

"Ini momen yang gak terlupakan," tuturnya.

Perjalanan untuk Terus Maju

Presiden Persijap Jepara, M Iqbal Hidayat mengapresiasi dedikasi yang telah diberikan semua pemain selama mengenakan jersey Laskar Kalinyamat.

Kata dia, perpisahan ini bukanlah tentang akhir perjalanan sepakbola, melainkan bagian dari perjalanan lanjutan yang terus bergerak maju.

Baca juga: Mario Lemos Tetap Pelatih Persijap Jepara, Punya Target Besar Musim Ini

Persijap dengan Aly Ndom dan beberapa pemain lain akan melanjutkan langkah masing-masing dengan membawa pengalaman berharga yang telah dibangun bersama.

"Kami berterima kasih atas kontribusi, kerja keras, dan profesionalisme yang ditunjukkan semua pemain selama membela Persijap."

"Atas nama klub, kami mendoakan agar karier semua pemain, baik yang masih bertahan dan meninggalkan klub, terus berkembang dan membawa banyak kesuksesan di masa mendatang," tutur dia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.