Iran Bantah Bakal Beli Produk Pertanian AS dari Uang Damai
Desy Selviany June 26, 2026 07:17 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Iran membantah bakal membeli produk pertanian Amerika Serikat (AS) usai mendapatkan uang kompensasi perang. 

Sebelumnya Iran diketahui bakal mendapatkan 300 miliar dolar atau setara 5,3 kuadriliun usai sepakat berdamai dengan AS.

Uang tersebut sebagai kompensasi perang dan untuk perbaikan infrastruktur Iran yang hancur.  

Selain itu, AS juga sepakat untuk mencairkan dana Iran yang sempat dibekukan senilai 12 miliar dolar.

AS mengklaim bahwa sebagian uang tersebut akan dibelikan produk pertanian milik AS. 

Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan segera menjual gandum, kedelai, dan jagung kepada Iran. 

Uang tersebut dibekukan di bawah sanksi AS.

"Itu tempat yang indah. Apakah ada yang ingin pergi ke sana? Republik Islam Iran. Mereka sedang mengalami kesulitan pangan, dan kita akan mengambil sebagian uang mereka dan kita akan membelanjakannya, dan kita akan membeli gandum, kedelai, dan jagung, dalam jumlah besar, dan proses itu akan segera dimulai. Ini akan menjadi proyek yang cukup besar," tambahnya, lapor Anadolu Agency.

Sebagai tanggapan, Kepala Negosiator Iran, Mohammad Baqer Qalibaf membantah klaim AS.

Qalibaf menjelaskan AS telah keliru. Di mana mereka tidak akan membeli apapun dari AS termasuk produk pertanian. 

Baca juga: Netanyahu Sesumbar Tak Perlu Izin Trump untuk Serang Iran

“Amerika secara keliru mengklaim bahwa dana yang akan dikeluarkan akan digunakan untuk membeli produk pertaniannya. Sungguh aneh! Satu-satunya hasil yang kita tuai adalah apa yang telah kalian tabur selama bertahun-tahun: puluhan tahun ketidakpercayaan!” tulis Mohammad Bagher Ghalibaf dalam unggahan di platform X, Kamis (25/6/2026).

Qalibaf pun menyinggung soal kualitas kedelai AS yang buruk karena hasil rekayasa genetika.

"Amerika tidak mengekspor apa pun selain kedelai hasil rekayasa genetika, janji-janji yang tidak ditepati, dan pernyataan-pernyataan kosong," lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, pada Selasa (23/6/2026) membantah keabsahan pengumuman yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan perjanjian tersebut mewajibkan Iran untuk mengeluarkan uang untuk ekspor ke AS.

Abdolnaser Hemmati menegaskan dana awal sebesar 12 miliar dolar AS yang dikeluarkan akan digunakan untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok dan obat-obatan.

Ia menambahkan, hal ini akan memungkinkan Teheran untuk menggunakan uang biasa mereka untuk hal-hal lain.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.