Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kondisi Sungai Ciujung di Kabupaten Serang kembali menjadi perhatian publik setelah air sungai berubah warna menjadi hitam pekat saat memasuki musim kemarau.
Perubahan warna air Sungai Ciujung tersebut diduga berkaitan dengan pencemaran limbah industri. Menyikapi kondisi itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah langsung meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan pemeriksaan dan penelusuran terhadap penyebab perubahan kualitas air sungai.
Bupati Serang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah diperintahkan untuk melakukan pengujian terhadap sampel air Sungai Ciujung.
Baca juga: Daftar Nama 190 Kapolres yang Dirotasi Kapolri Hari Ini, Ada Kapolres Cilegon
Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti air sungai berubah menjadi hitam.
"Soal Sungai Ciujung sudah saya minta OPD terkait untuk melakukan tes limbah. Sampai sekarang hasilnya belum keluar, nanti saya akan cek dan tanyakan lagi perkembangannya," ujar Ratu Rachmatuzakiyah, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, fenomena Sungai Ciujung yang berubah warna saat musim kemarau bukan pertama kali terjadi. Kondisi tersebut disebut kerap muncul hampir setiap tahun ketika debit air mengalami penurunan.
Meski demikian, Bupati Serang menegaskan pemerintah daerah tetap memberikan perhatian serius terhadap persoalan lingkungan tersebut.
"Benar, kondisi ini memang terjadi hampir setiap musim kemarau. Saya juga merasa prihatin. Kami akan terus menindaklanjuti dan memastikan OPD terkait telah menjalankan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur," katanya.
Selain melakukan uji kualitas air, Pemkab Serang juga meminta agar pelaku usaha yang berada di sekitar aliran Sungai Ciujung ikut diperiksa terkait pengelolaan limbah.
Bupati meminta para pelaku industri diberikan imbauan sekaligus dipanggil untuk memastikan seluruh aktivitas pembuangan limbah telah sesuai dengan aturan lingkungan yang berlaku.
"Saya juga sudah meminta agar para pelaku usaha diimbau dan diundang untuk memastikan pengelolaan limbah dilakukan sesuai standar yang berlaku," tegasnya.
Dugaan pencemaran Sungai Ciujung menjadi perhatian karena sungai tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar, termasuk berkaitan dengan aktivitas pertanian dan kebutuhan air warga.
Namun, hingga saat ini Pemkab Serang belum menerima laporan resmi terkait dampak langsung terhadap masyarakat maupun permintaan bantuan akibat perubahan kondisi Sungai Ciujung.
Ratu Rachmatuzakiyah memastikan pemerintah daerah siap mengambil langkah apabila ditemukan dampak terhadap warga, termasuk kemungkinan memberikan bantuan kebutuhan air bersih.
"Sampai saat ini memang belum ada warga yang mengajukan permohonan bantuan air bersih. Namun apabila nantinya ada yang membutuhkan, tentu pemerintah harus merespons dengan cepat dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat," pungkasnya.