Dongkrak Okupansi Hotel, Little Tokyo Jogja Gandeng Komunitas demi Putar Roda Ekonomi
Joko Widiyarso June 26, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah hotel di Kabupaten Bantul, terus berupaya memutar otak dalam meningkatkan okupansi hotel dan perputaran ekonomi, di tengah landainya daya inap atau keterisian kamar hotel. 

Hal tersebut dilakukan oleh Little Tokyo Jogja, salah satu hotel di Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Operations Manager Little Tokyo Jogja sekaligus Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul, Yohanes Hendra, menyebut, salah satu upaya meningkatkan okupansi hotel dan perputaran ekonomi yakni dengan menggandeng berbagai komunitas.

"Ini menjadi salah satu segmen perubahan, yang biasanya kita selalu mengandalkan government maupun corporate, kita sekarang beralih kepada komunitas baik itu komunitas kecil maupun komunitas besar seperti Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI)," ucapnya, di Little Tokyo Jogja, Jumat (26/6/2026).

Disampaikannya, perputaran ekonomi atau uang yang ada di hospitality perhotelan menjadi penting agar tetap berjalan sebagaimana mestinya. Walau saat ini akan memasuki musim libur sekolah, namun sampai saat ini belum terasa adanya peningkatan okupansi hotel.

Dimungkinkan kondisi itu terjadi karena para orang tua masih sibuk mencari jenjang sekolah berikutnya dan keperluan sekolah yang lain untuk anak-anak mereka. Maka dari itu, upaya menggandeng para komunitas dinilai menjadi strategi penting untuk mendukung keterisian kamar hotel.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada komunitas terkhusus kepada para alumni FHUI yang telah menyelenggarakan acara di Little Tokyo Jogja. Tentu ini juga akan berdampak pada beberapa UMKM yang berada di sekitar hotel. Apalagi, jadwal acara mereka berlangsung selama tiga hari," jelas dia.

Selain itu, dengan menggandeng komunitas terdapat kemungkinan besar bagi mereka untuk menggelar rangkaian acara menarik yang berdampak langsung kepada perekonomian masyarakat setempat. Sebab, tidak lengkap rasanya jika berkunjung dan menginap di Little Tokyo Jogja tidak mencoba atraksi jip wisata.

Ketua Perkumpulan FHUI 1991, Sakurayuki, mengaku sengaja memilih Little Tokyo Jogja sebagai tempat acara mereka dikarenakan tempat yang bernuansa Jepang dan terletak di kawasan perbukitan Dlingo, sehingga cocok menjadi ruang refleksi.

"Kali ini kami menggelar kegiatan 35 Years Growing Together di Little Tokyo Jogja. Tema ini dipilih sebagai simbol perjalanan panjang persahabatan yang tidak hanya bertahan oleh waktu, tetapi juga terus tumbuh dalam nilai, kepedulian, dan kebersamaan," jelas dia.

Sakurayuki juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada lingkungan dan masyarakat. Apalagi kegiatan tersebut diisi dengan bakti sosial dan menelusuri obyek wisata.

"Melalui 35 Years Grow Together, Perkumpulan Alumni FHUI 1991 berharap nilai persahabatan, kepedulian sosial, keberlanjutan, dan cinta terhadap kehidupan dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya”, tutup Sakurayuki. (nei)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.