Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Hujan deras yang mengguyur Kota Sabang selama beberapa jam pada Jumat (26/6/2026) sore, memicu tanah longsor di sejumlah titik.
Salah satu lokasi yang mengalami dampak cukup parah berada di Gampong Kuta Timu, Kecamatan Sukakarya.
Informasi yang dihimpun Serambinews.com pada Jumat (26/6/2026) malam, menyebutkan, curah hujan yang tinggi menyebabkan lereng di beberapa kawasan tidak mampu menahan beban air sehingga material tanah longsor dan menghantam bangunan di sekitarnya.
Sejumlah foto yang diterima dari warga memperlihatkan kondisi bangunan mengalami kerusakan akibat tertimbun material longsor.
Dinding bangunan tampak jebol, sementara tanah dan bebatuan menutupi sebagian area permukiman.
Material longsor juga berserakan di sekitar lokasi kejadian.
Baca juga: Cuaca tak Menentu Potensi Picu Banjir dan Longsor, BPBD Galus Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Selain memicu longsor, hujan deras turut menyebabkan genangan air di sejumlah kawasan permukiman.
Cuaca ekstrem yang disertai kabut tebal membuat jarak pandang sempat terbatas dan suasana di Kota Sabang menjadi gelap pada sore hari.
"Dampak hujan ini menyebabkan longsor di beberapa titik, tetapi hingga saat ini lokasi keseluruhannya masih didata," ujar Kapolsek Sukajaya, Ipda Hairul Saleh Ritonga
Menurutnya, hujan yang masih berlangsung membuat proses pemantauan dan pendataan di lapangan belum dapat dilakukan secara maksimal.
Meski demikian, petugas tetap melakukan asesmen terhadap dampak bencana di sejumlah lokasi terdampak.
Warga yang tinggal di kawasan lereng perbukitan dan daerah rawan longsor diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga: Aceh Besar Masuk Daftar Wilayah Waspada, BMKG Warning Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Masyarakat juga diminta menghindari lokasi yang berpotensi terjadi longsor susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi penanggulangan bencana.
Pendataan dampak bencana masih terus dilakukan dan perkembangan lebih lanjut menunggu hasil asesmen dari pihak berwenang.(*)