Tradisi Kirab dan Jamasan Pusaka Ngliman Bakal Masuk Kalender Wisata Jatim
Wiwit Purwanto June 26, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID NGANJUK - Tradisi kirab dan jamasan pusaka masyarakat adat Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, berpeluang menjadi bagian dari kalender event kebudayaan dan pariwisata Jawa Timur.

Rencana tersebut mendapat respons positif dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur sebagai upaya mengangkat tradisi lokal menjadi daya tarik wisata budaya.

Ritual yang telah diwariskan turun-temurun ini bukan sekadar prosesi membersihkan pusaka, tetapi juga menjadi simbol penghormatan kepada leluhur dan ungkapan rasa syukur masyarakat Desa Ngliman.

Setiap tahunnya, rangkaian kirab dan jamasan selalu menyedot perhatian warga karena sarat nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang masih terjaga hingga kini.

Baca juga: Dari Bendung Peninggalan Belanda Jadi Primadona Wisata, Bendung Girang Kini Didorong Makin Bersinar

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, mengatakan usulan tersebut disampaikan saat Kepala Disbudpar Jawa Timur, Evy Afianasar, menghadiri langsung prosesi jamasan pusaka, Jumat (26/6/2026).

Menurut Gunawan, masuknya tradisi tersebut ke kalender event Provinsi Jawa Timur akan memperluas promosi sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Bu Kadisbudpar Jatim mempersilakan nanti kirab dan jasaman pusaka ini dimasukkan ke agenda wisata provinsi. Sedangkan proyeksi kami menjadi satu rangkaian dengan kegiatan pemerintah daerah," katanya.

Selain itu, Pemerintah Desa Ngliman juga mengusulkan Gedong Pusaka sebagai cagar budaya.

Gedong Pusaka merupakan bangunan yang selama ini menjadi tempat penyimpanan pusaka peninggalan Kyai Ageng Ngaliman.

Baca juga: Warga Jombang Desak Rumah Kelahiran Bung Karno Jadi Cagar Budaya

"Gedong Pusaka ini konon ada hampir bersamaan dengan makam Mbah Ngaliman (Kyai Ageng Ngaliman) Gedung Kulon dan Gedung Wetan, sebelum adanya pemerintahan Desa Ngliman," lanjutnya.

Enam Pusaka Dikarak Keliling Desa, Jadi Rangkaian Prosesi Siraman Sedudo

Gunawan menjelaskan rangkaian kegiatan dimulai pada Kamis (25/6/2026) malam dengan kirab enam pusaka yang diarak mengelilingi Desa Ngliman.

Enam pusaka tersebut yakni Kyai Kembar, Kyai Bondan, Kyai Jogotruno, Kyai Bethik, Raden Panji, dan Nyai Dukun.

Kirab tersebut juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk. Sementara pada Jumat (26/6/2026), rangkaian dilanjutkan dengan prosesi jamasan sebelum seluruh pusaka kembali disimpan di Gedong Pusaka.

"Bupati dan Wabup Nganjuk hadir dalam kirab kemarin. Kemudian hari ini lanjut jamasan. Usai jamasan, pusaka akan dimasukan lagi ke Gedong Pusaka," jelasnya.

Menurut Gunawan, kirab dan jamasan pusaka menjadi bagian dari rangkaian budaya Siraman Sedudo yang akan digelar pada Minggu (28/6/2026).

"Kegiatan berlangsung berkat dukungan penuh dari masyarakat Desa Ngliman," paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Ngliman, Agus Predi, mengatakan tradisi tersebut telah berlangsung sejak zaman leluhur dan terus dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat.

Tradisi itu digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur warga Desa Ngliman.

"Tradisi ini sudah berlangsung berapa lama? Kami tidak tahu pasti. Kita meneruskan leluhur. Yang jelas dari dulu tak pernah terputus agenda ini bertahun-tahun tetap kita laksanakan," tutupnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.