SURYA.CO.ID, SURABAYA – Polisi menangkap belasan pengunjuk rasa yang diduga melakukan perusakan dalam aksi unjuk rasa Indonesia Sekarat di depan Gedung Grahadi, Jumat (26/6/2026) malam.
Ada belasan pengunjuk rasa atau demonstrans yang diamankan polisi setelah polisi berhasil memukul mundur aksi massa yang berubah jadi rusuh.
Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan tindakan tegas terukur guna membubarkan sisa massa demonstran yang bertindak anarkis dan merusak fasilitas umum di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (26/6/2026) malam.
Langkah represif terpaksa diambil lantaran batas waktu penyampaian pendapat di muka umum telah habis dan situasi di lokasi kian mencekam.
Dorongan barikade pasukan tameng sukses memaksa ribuan pengunjuk rasa lari berhamburan menyelamatkan diri ke berbagai arah.
Baca juga: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Luthfie Turun Amankan Unjuk Rasa di Gedung Grahadi yang Ricuh
Beberapa demonstran yang diduga terlibat kerusuhan berhasil diamankan oleh personel Polisi berpakaian sipil.
Personel Polisi berpakaian sipil yang sudah bersiaga berlarian mengejar demonstran yang berpencar ke berbagai arah.
Berdasarkan dokumentasi video yang dimiliki SURYA.CO.ID terdapat 13 orang diamankan diduga terlibat kerusuhan dalam demontrasi itu.
Ada 12 orang berjenis kelamin laki-laki, dan satu orang lainnya adalah perempuan.
Sebelumnya, 11 orang berhasil diamankan dari upaya penyisiran dengan berjalan kaki di kawasan Jalan Yos Pemuda dan Jalan Panglima Sudirman.
Polisi bermotor mulai berkeliling di radius jarak agak luas, mereka berhasil mengamankan dua orang terduga perusuh kembali.
Pengunjuk rasa yang diduga pembuat kerusuhan digelandang ke area pusat komando personel pengamanan di area halaman Gedung Grahadi.
Lalu, setelah didata dan digeledah, mereka diangkut ke truk Polisi untuk dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Massa Demonstran Rusak Pagar Grahadi, Polrestabes Surabaya Pukul Mundur Massa
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, pihaknya mengamankan belasan terduga pelaku perusuh pada Jumat malam.
"Masih dihitung ya, tapi sementara ini mungkin ada sekitar belasan orang kami masih hitung," ujarnya saat ditemui awak media di depan Alun-alun Surabaya, Jalan Yos Sudarso, Jumat malam.
Luthfie menyayangkan jika sisa massa demonstran yang semula menyampaikan aspirasi malah berakhir dengan kericuhan hingga merusak fasilitas umum.
"Kami sampaikan bahwa komitmen akan berikan pelayanan terbaik. Kalau mereka menyampaikan aspirasi sesuai dengan aturan, dengan santun, Tapi mereka melakukan kericuhan, terpaksa kami lakukan tindakan," pungkasnya.
Baca juga: Demo Indonesia Sekarat di Gedung Grahadi Surabaya Ricuh, Massa Rusak Pagar Bangunan Sisi Barat
Sebelumnya, barikade barisan Polisi berhasil membubarkan sisa massa demonstran di depan Gedung Grahadi pada Jumat (26/6/2026).
Diawali dengan barikade barisan Polisi dengan satu unit truk water cannon mulai mendorong massa demonstran di depan Gedung Grahadi untuk mundur ke arah timur sekitar pukul 19.00 WIB.
Massa demonstrans didorong mundur ke arah timur menuju ke air mancur perempatan antara Jalan Gubernur Suryo, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Panglima Sudirman, Surabaya sekitar pukul 19.30 WIB.
Massa yang panik karena barisan Polisi berjalan berderap-derap dengan tameng, helm dan tongkatnya berlarian ke arah timur kocar-kacir untuk menyelamatkan diri.
Mereka berpencar ke tiga ruas jalan, berlarian menyela antrean kendaraan yang terjebak macet, dan separator jalan di kedua sisi jalannya.
"Kami dari Polrestabes Surabaya atas nama undang-undang untuk segera membubarkan diri karena waktu menyampaikan pendapat di muka umum telah habis, dan telah terjadi tindakan anarkis serta pengerusakan," teriak personel Polisi melalui pengeras suara.