TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menjalankan tugas sebagai ketua RT di usia muda menjadi pengalaman tersendiri bagi Nadiyah Widiyani.
Perempuan kelahiran Makassar, 8 Mei 2001 ini kini menjabat sebagai Ketua RT 006 RW 005 Kelurahan Panambungan, sembari tetap menjalani profesinya sebagai arsitek freelance.
Nadiyah dipercaya memimpin lingkungan dengan jumlah penduduk sekitar 22 kepala keluarga (KK).
Jabatan tersebut diembannya sejak beberapa bulan terakhir setelah dilantik pada 29 Desember 2025.
Menariknya, keterlibatan Nadiyah sebagai ketua RT bukan sesuatu yang sejak awal direncanakan.
Ia mengaku awal mula maju sebagai ketua RT berangkat dari dorongan keluarga.
“Saya didorong dan diuakinkan sama bapak untuk maju,” ujarnya kepada Tribun Timur, Jumat (26/6/2026).
Meski sebelumnya tidak memiliki rencana menjadi pemimpin lingkungan, Nadiyah memilih menerima amanah tersebut dan mulai beradaptasi dengan tugas pelayanan masyarakat.
Menurut dia, salah satu tantangan yang paling sering dihadapi adalah menyampaikan informasi dan kebijakan pemerintah agar dapat dipahami secara menyeluruh oleh warga.
“Kadang warga bertanya soal program pemerintah, jadi RT yang menjelaskan bagaimana lingkup dan cakupannya,” katanya.
Di tengah tanggung jawab sebagai ketua RT, Nadiyah juga aktif bekerja sebagai arsitek freelance.
Lulusan Program Studi Teknik Arsitektur Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu mulai magang di sejumlah kantor arsitektur sejak masih duduk di bangku kuliah.
Kini, ia menangani berbagai pekerjaan mulai dari desain bangunan hingga desain interior sesuai kebutuhan klien.
“Tergantung kebutuhan klien, tergantung juga apakah bangunan dari awal atau sudah jadi,” ucapnya.
Beberapa proyek yang pernah dikerjakan di antaranya desain interior kantor Bank BSI dan pengerjaan interior sebuah kafe di Kota Makassar.
Menurutnya, pekerjaan arsitek tidak hanya sebatas membuat gambar bangunan, tetapi juga menyusun rancangan ruang yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan pengguna.
“Dari hasil gambar itu yang kemudian menjadi pijakan pengerjaan,” ujarnya.
Ketertarikan Nadiyah terhadap dunia arsitektur juga dipengaruhi lingkungan keluarga.
Ia mengaku sejak kecil terbiasa melihat aktivitas ayahnya yang bekerja di bidang konsultan proyek. Bahkan, kakeknya dari pihak ayah juga bekerja sebagai pengawas proyek.
“Dari kecil memang sering lihat pekerjaan begitu, jadi tertarik masuk arsitektur,” katanya.
Pengalaman tersebut membuatnya memilih pendidikan arsitektur dan menekuni profesi tersebut hingga saat ini.
Meski memiliki dua peran sekaligus, Nadiyah mengaku tetap dapat membagi waktu antara pekerjaan profesional dan pelayanan kepada warga.
Ia menilai sistem kerja freelance memberi fleksibilitas sehingga urusan lingkungan dan pekerjaan dapat berjalan beriringan.
“Tidak pernah bertabrakan bagaimana agendanya. Bisa ji saya atur. Apalagi ini kan freelance ji, saya ji yang atur waktu kerjanya,” jelasnya.
Dalam menjalankan tugas sebagai ketua RT, sejumlah program lingkungan yang saat ini berjalan di wilayahnya antara lain kegiatan posko rutin, kerja bakti Minggu Bersih, pendampingan pendataan wilayah, hingga sosialisasi pemilahan sampah.
Di tingkat RW juga mulai disiapkan pengelolaan sampah melalui program bank sampah.
Edukasi kepada warga terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran memilah sampah rumah tangga.
“Alhamdulillah setelah ada bank sampah, warga jadi semangat karena sampahnya sekarang bernilai ekonomis,” ucapnya.
Menurut Nadiyah, perubahan perilaku masyarakat memang membutuhkan proses. Namun, ia mulai melihat adanya partisipasi warga dalam memilah sampah plastik sebelum dibuang.
Ia mengaku masih terus belajar menjalankan perannya sebagai ketua RT sekaligus profesional di bidang arsitektur.
“Dijalani saja dan berusaha menyesuaikan. Kita mengalir saja,” ucapnya.
Profil
Nama: Nadiyah Widiyani
Jabatan: Ketua RT 006 RW 005 Kelurahan Panambungan
Tempat, Tanggal Lahir: Makassar, 8 Mei 2001
Alamat: Jalan Rajawali 1 Lorong 13B No.36 E
Pendidikan: S1 Teknik Arsitektur UMI Makassar
Pekerjaan: Ketua RT dan Arsitek Freelance
Hobi: Main musik
Jumlah Penduduk: 22 KK