PSM Makassar Siap Orbitkan Striker Timnas U-20 Tandem Luka Cumic
Imam Wahyudi June 26, 2026 08:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – PSM Makassar dipastikan merekrut penyerang asing baru mengarungi musim 2026/2027.

Saat ini, PSM Makassar hanya memiliki satu striker pasca berakhirnya musim 2025/2026.

Striker tersebut adalah Luka Cumic.

Itu pun masa depannya belum pasti bersama PSM Makassar.

Pasalnya, tim berjuluk Juku Eja ini belum mengumumkan status penyerang berpaspor Serbia itu bertahan atau dilepas.

Sementara striker asal Brasil Alex Tank resmi tak berseragam PSM Makassar.

Pemain berusia 31 tahun ini telah pamit dari klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Selasa (16/6/2026).

Makanya, PSM Makassar butuh tambahan juru gedor menatap musim mendatang.

Kepastian perekrutan penyerang asing baru dikonfirmasi oleh Media Officer PSM Makassar Sulaiman Abdul Karim saat dihubungi Tribun-Timur.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (26/6/2026).  

“Hampir pasti akan merekrut pemain asing di posisi striker. Apalagi pemain asing kita di posisi itu ada yang sudah pasti tidak melanjutkan kebersamaan dengan tim,” ungkapnya.

Selain datangkan striker asing baru, Sulaiman menyampaikan, PSM Makassar bakal mengorbitkan striker muda Dimas Adi Prasetyo.

Pemain kelahiran Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) andalan juru gedor PSM Makassar U-20 pada Elite Pro Academy (EPA) Super League musim lalu.

Dimas mencetak delapan gol dan dua assist dicetak dari 15 penampilan bersama Ramang Muda musim ini.

Bahkan, Dimas sudah menjadi langganan Timnas U-20 Indonesia.

“InsyaAllah Dimas akan kita proyeksikan promosi ke tim senior,” ucapnya.

Masalah striker memang menjadi pekerjaan rumah tak kunjung terselesaikan di PSM Makassar setiap musimnya.

Total 28 striker asing maupun lokal bergantian didatangkan sejak Liga 1 2017 hingga era Super League 2025/2026, tetapi tak ada memenuhi ekspektasi sebagai mesin gol.

Buntut kurang garangnya penyerang direkrut menjadi salah satu faktor PSM Makassar terpuruk musim lalu.

Klub yang berdiri 2 November 1915 ini finish di posisi 15 dengan 34 poin, tepat di atas zona degradasi.

Olehnya itu, PSM Makassar perlu selektif dalam mendatangkan striker, baik itu asing maupun lokal untuk mengarungi musim 2026/2027.

Striker yang direkrut harus benar-benar haus gol, mengingat dua kompetisi bakal dihadapi musim mendatang.

PSM Makassar akan tampil di Super League dan League Cup.

Ketua Komunitas Dottoro Suporter (KDS) Achsan A Muin menilai masalah seret gol PSM Makassar bukan sepenuhnya karena striker, tapi juga gelandang.

Selepas kepergian Willem Jan Pluim, belum ada lagi gelandang yang bisa memasok bola ke striker.

Ketika era Pluim, striker Everton Nascimento dan Ramadhan Sananta dapat tampil tajam lantaran mendapatkan suplai bola.

“Menurutku, butuh gelandang kreator serangan. Setajam apapun striker kalau tidak dapat umpan manja, pasti sulit,” paparnya.

Kurangnya suplai bola pasti memaksa striker turun menjemput bola. Efeknya, bek lawan bekerja lebih mudah.

Ia pun berharap, PSM Makassar bisa mendatangkan paket gelandang dan striker bagus mengarungi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.

“Semoga musim ini (2026/2027) bisa dapat satu paket gelandang kreator dan striker tajam,” ucapnya.

Sementara, Pengamat Sepak Bola Assegaf Razak melihat persoalan PSM Makassar tak kunjung temukan striker tajam dipengaruhi banyak hal.

Pertama, kemungkinan ada kesalahan dalam perekrutan, misalnya tak selektif mendatangkan pemain.

“Tidak diseleksi bagus untuk memastikan striker tersebut sesuai diinginkan. Bisa jadi begitu ada dilihat, langsung diambil,” katanya.

Ia melanjutkan, urusan mencetak gol memang bukan menjadi tanggung jawab striker semata.

Di sepak bola modern, semua pemain dapat membobol gawang lawan.

“Sepak bola sekarang bukan hanya striker cetak gol, cuma striker tugasnya memang cetak gol,” tuturnya.

Faktor kedua, sebut dia, masalah harga. Menurut Assegaf, striker bagus pasti nilainya juga mahal.

Di lain sisi, PSM Makassar mempunyai keterbatasan finansial.

Tidak bisa menggelontorkan dana yang banyak hanya untuk striker.

Sebab, masih ada lini lain perlu diperkuat. Belum lagi soal akomodasi dan kebutuhan tim lainnya sepanjang musim.

“Banyak striker bagus, tapi harus keluar uang lebih banyak. Kalau mau penyerang berkualitas, agak mahal juga,” sebut eks pelatih PSM Makassar ini.

Assegaf mengatakan, faktor ketiga penyerang dimiliki seret gol gegara kurang dukungan dari gelandang.

Tak ayal, biasa dilihat striker PSM Makassar itu turun hingga tengah lapangan atau berada di pinggir untuk menjemput bola.

Makanya, akan percuma Laskar Ayam Jantan dari Timur mengambil striker berkualitas kalau tak ditopang gelandang handal.

“Pelatih dan manajemen mencari gelandang kualitas bagus juga, striker tak bisa apa-apa kalau tidak ada bola dari gelandang,” katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.