Megahnya Astaka MTQ Ke-44 Riau di Kuansing, Perpaduan Syiar dan Budaya di Tepian Sungai Kuantan
M Iqbal June 26, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU,KUANSING – Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tampil total sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-44 Tingkat Provinsi Riau.

Perhelatan yang dipusatkan di kawasan Tepian Narosa, Teluk Kuantan, bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi panggung besar yang memadukan syiar Islam dengan kekayaan budaya Melayu.

Kemegahan langsung terasa saat memasuki kawasan Astaka Utama. Bangunan senilai Rp4,1 miliar itu berdiri megah dengan latar Sungai Kuantan yang membentang di belakangnya.

Gedung dua lantai dengan tiga kubah tersebut menjadi pusat perhatian sekaligus lokasi para qori dan qoriah terbaik dari 12 kabupaten/kota di Riau menampilkan kemampuan di 10 cabang yang dilombakan.

Suasana semakin semarak dengan berdirinya 12 stan kabupaten/kota di sekitar kawasan astaka. Masing-masing daerah menampilkan ornamen, kerajinan, kuliner, dan ciri khas budayanya, sehingga menghadirkan nuansa keberagaman dalam bingkai budaya Melayu.

Tak hanya kawasan utama, ruko-ruko di depan dan samping astaka pun ikut dipercantik. Kubah berhias lampu warna-warni dipasang di atas bangunan, sementara kanopi lembayung khas Melayu berjejer di sepanjang pertokoan. Penataan tersebut membuat kawasan MTQ tampak lebih elegan, terutama saat malam hari.

Trotoar di sekitar lokasi juga disulap menjadi ruang publik yang nyaman. Taman-taman kecil berpadu dengan lampu hias mempercantik kawasan, menjadikannya tempat favorit masyarakat untuk berjalan kaki dan mengabadikan momen selama penyelenggaraan MTQ.

Sementara itu, Taman Jalur yang berada tepat di samping kawasan Astaka Utama juga ditata dan dipercanrik. Tugu Lancang Kuning pun telah dicat dan dilengkapi lampu hias. Puluhan stand bazar dengan dominasi putih pun telah berjejer rapi di sana.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Jumat (26/6/2026) malam melalui pelantikan dewan hakim di Aula SMA Pintar. Momen tersebut semakin khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan Shanum Zahsy Askanah, gadis berusia delapan tahun yang merupakan Juara II ajang Hafiz Indonesia 2026 program televisi swasta Nasional.

Pelantikan dewan hakim turut dihadiri salah seorang dewan hakim nasional, Helmi Halimatul Udhma, yang juga merupakan istri Menteri Agama RI, Nazaruddin Umar.

Keesokan harinya, Sabtu (27/6/2026), Menteri Agama RI dijadwalkan bersama Gubernur Riau, Bupati Kuansing dan seluruh kepala daerah se-Riau menyaksikan Pawai Ta'aruf dan penampilan empat tim drumben yang dipusatkan di panggung utama Jalan Ahmad Yani.

Ribuan peserta diperkirakan akan memadati jalan utama Teluk Kuantan dalam parade yang menjadi pembuka kemeriahan MTQ.

"Total 16 ribu peserta yang terlibat dalam pawai Taaruf. Sebanyak 8 ribu kafilah dari daerah peserta dan 8 ribu dari tuan rumah," ujar Bupati Kuansing, Suhardiman Amby.

Rangkaian syiar juga dipadukan dengan budaya khas Kuansing melalui Festival Pacu Jalur di Tepian Narosa. Menteri Agama RI dijadwalkan melepas langsung perlombaan perahu tradisional yang telah menjadi warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi seratusan tahun silam.

Tak berhenti di situ, panitia juga menyiapkan Pawai Perahu Hias yang diikuti seluruh kabupaten dan kota se-Riau. Setiap daerah menghias perahu jalur sesuai identitas dan kekhasan masing-masing, sehingga menciptakan parade budaya di atas Sungai Kuantan.

"Selain untuk kabupaten dan kota, kita juga menyiapkan tiga perahu hias untuk Menag RI dan Forkopimda Riau," ujar Suhardiman.

Meski demikian, Suhardiman menjelaskan Menteri Agama RI dipastikan tidak dapat menghadiri malam pembukaan secara langsung karena harus melanjutkan kunjungan kerja ke daerah lain. Kehadiran Menteri Agama akan dilakukan secara virtual.

"Pada malam pembukaan, Menag RI melakukannya secara virtual. Dalam malam pembukaan juga dimeriahkan dengan tarian massal yang melibatkan 300 peserta," jelasnya.

Selain penampilan tarian kolosal, malam pembukaan MTQ Ke-44 Riau juga akan menghadirkan qori internasional yang diproyeksikan menjadi salah satu daya tarik utama.

Perpaduan syiar Al-Qur'an, kemegahan Astaka di tepian Sungai Kuantan, serta kekayaan budaya Melayu kata Suhardiman Amby menjadikan MTQ Ke-44 Riau di Teluk Kuantan bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga pesta budaya dan religi yang membanggakan masyarakat Kuansing dan Riau.

"Kami ingin budaya Kuansing juga dikenal oleh kabupaten dan kota lainnya di momen ini," ujar Suhardiman.

Selain Astaka Utama, Pemkab Kuansing juga menyiapkan lokasi lainnya untuk mendukung suksesnya pelaksanaan.

Berikut lokasi perlombaan MTQ Ke-44 Riau di Kabupaten Kuansing:

Lokasi dan Jenis Lomba:

1. ASTAKA UTAMA (Lapangan Utama Taman Jalur): Tilawah Dewasa, Tilawah Remaja, Tilawah Anak-Anak, Qiraat Mujawwad Dewasa

2. MASJID AGUNG AR RAUDHA (Kelurahan Sungai Jering): Qiraat Murattal Dewasa, Qiraat Murattal Remaja

3. MASJID AL MUHAJIRIN (Kelurahan Sungai Jering): Tilawah Tartil, Tilawah Tunanetra

4. MASJID KH. UMAR USMAN (Desa Beringin Taluk Kuantan): Hafalan 1 Juz dan Tilawah, Hafalan 5 Juz dan Tilawah

5. MASJID AL JIHAD (Desa Koto Taluk): Hafalan 10 Juz dan 20 Juz

6. MASJID AL FURQON (Kelurahan Sungai Jering): Hafalan 30 Juz dan Tafsir Quran Semua Golongan

7. MASJID BAITUL HAMDI (Kelurahan Simpang Tiga): Hadist Nabi 100 dan 500

8. GEDUNG ABDURRAUF: Seni Kaligrafi Al Quran Semua Golongan

9. SMA NEGERI PINTAR (Kelurahan Sungai Jering): KTIQ dan KTIH

10. AULA MAN 1 KUANSING (Desa Beringin Taluk): Fahmil Quran

11. AULA SMA NEGERI 1 TELUK KUANTAN (Kelurahan Simpang Tiga): Syarhil Quran

12. AULA SMK NEGERI 2 TELUK KUANTAN (Desa Koto Teluk Kuantan): Barzanji

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.