Pemkab Sidoarjo Alokasikan Rp800 Juta untuk Rehabilitasi SDN Waung yang Roboh
Cak Sur June 26, 2026 09:32 PM

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), mengalokasikan anggaran sekitar Rp800 juta untuk membangun kembali tiga ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Waung di Kecamatan Krembung yang roboh beberapa waktu lalu.

Langkah cepat ini diambil, agar kegiatan belajar-mengajar dapat segera berjalan normal kembali tanpa kendala infrastruktur.

Kepastian pemulihan fasilitas pendidikan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi sekolah pada Jumat (26/6/2026).

Dalam peninjauan tersebut, hadir pula perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, jajaran DPRD Sidoarjo, serta unsur Forkopimda setempat.

Penyebab Roboh dan Target Konstruksi Agustus 2026

Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis di lapangan, robohnya ruang kelas di SDN Waung dipicu oleh faktor usia bangunan yang sudah tua.

Hal ini diperparah oleh kondisi rangka kayu atap yang telah lapuk termakan usia, sehingga tidak lagi mampu menyangga beban dengan baik.

Bupati Subandi, menegaskan bahwa proses pengerjaan konstruksi direncanakan mulai berjalan pada Agustus 2026 mendatang.

Pemkab Sidoarjo berkomitmen melakukan rehabilitasi secara total demi menjamin keamanan siswa dan guru.

"Insya Allah, pembangunan tiga ruang kelas akan kami laksanakan pada bulan Agustus. Anggaran sudah disiapkan agar proses belajar-mengajar dapat kembali berjalan dengan baik," kata Subandi saat meninjau area sekolah yang rusak.

Skema Rehabilitasi Bertahap dan Antisipasi Banjir

Proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali ruang kelas yang rusak, melainkan juga perbaikan menyeluruh pada struktur penunjang lainnya.

Kualitas fondasi, dinding, lantai, hingga rangka atap baru wajib memenuhi standar kelayakan teknis yang tinggi demi mencegah insiden serupa terulang.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga merencanakan pembenahan bertahap untuk ruang kelas lainnya di sekolah tersebut pada tahun anggaran 2027.

Sektor infrastruktur lingkungan sekolah pun turut menjadi perhatian melalui mitigasi penanganan banjir.

"Halaman belakang sering tergenang kalau hujan. Ini juga akan kami benahi secara linier melalui peninggian area tanah agar air tidak lagi masuk ke lingkungan sekolah," tambah Subandi.

Pengawasan Ketat dan Optimalisasi Tenaga Kerja Lokal

Guna memastikan proyek fisik ini berjalan sesuai dengan perencanaan dan kualitas yang ditargetkan, Bupati Sidoarjo menginstruksikan Dinas Pendidikan, konsultan perencana, pengawas, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk memperketat kontrol lapangan.

Menariknya, Subandi juga meminta agar proyek pembangunan ini memberikan dampak ekonomi (multiplier effect) bagi masyarakat Sidoarjo.

Caranya adalah dengan mengoptimalkan penyerapan potensi kontraktor lokal yang kompeten dan pemanfaatan tenaga kerja lokal setempat.

"Uang yang dibelanjakan pemerintah daerah harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Sidoarjo. Saya ingin tenaga kerja lokal ikut terlibat, dengan catatan kualitas pekerjaan tetap menjadi acuan utama," tegasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.