Mahasiswa Baru Universitas Budi Luhur Tampilkan Kreativitas, Wujud Penerapan Nilai Kebudiluhuran
Wahyu Aji June 26, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.C0M, JAKARTA – Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro MBA, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan yang menjadi penutup rangkaian pembelajaran kebudiluhuran bagi mahasiswa baru.

Diantaranya terdapat kegiatan seminar bertajuk ‘One Day Kebudiluhuran From Culture to Change Berakar pada Budaya, Bergerak Membawa Dampak’ yang berlangsung di Auditorium Graha Mahardhika Bujana, Universitas Budi Luhur, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nilai-nilai kebudiluhuran tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai aktivitas yang kreatif dan bermanfaat.

Kasih Hanggoro mengatakan, Budi Luhur secara konsisten menempatkan diri sebagai pusat pengembangan kebudiluhuran. 

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap akhir semester kedua sebagai penutup proses pembelajaran mahasiswa baru.

“Saya bangga. Selalu saya sampaikan bahwa Budi Luhur adalah pusat pengembangan kebudiluhuran. Ini merupakan acara rutin yang kita gelar setelah semester dua selesai, atau setelah mahasiswa baru menyelesaikan tahun pertamanya,” ujar Kasih Hanggoro.

Sementara, Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc. turut memberikan pandangannya mengenai esensi dari pergelaran hari ini.

Dirinya menekankan pentingnya sinergi antara akademis dan implementasi nilai moral di era modern.

Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc.
Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc. (HO/IST)

“Apa yang kita saksikan hari ini adalah visualisasi nyata dari komitmen Yayasan dalam membentuk generasi emas. Di bawah naungan BPH, kami terus memastikan bahwa kurikulum kebudiluhuran di Universitas Budi Luhur tidak mandek di atas kertas, melainkan bergerak dinamis menjadi sebuah aksi. Melalui seminar dan ragam kreativitas mahasiswa baru ini, mereka membuktikan bahwa berpikiran global dan bertindak luhur adalah dua hal yang bisa berjalan beriringan,” kata Julian Bongsoikrama.

Ia menjelaskan, sebelum mengikuti kegiatan tersebut, mahasiswa telah menyelesaikan mata kuliah Pawasan Kebudiluhuran dan Aplikasi Kebudiluhuran.

Acara ini kemudian menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil penerapan nilai-nilai tersebut melalui berbagai bentuk kreativitas.

“Anak-anak mahasiswa baru telah mengambil mata kuliah yang lengkap, yaitu Pawasan Kebudiluhuran dan Aplikasi Kebudiluhuran. Kegiatan hari ini merupakan wujud penutupan dari mata kuliah Aplikasi Kebudiluhuran melalui kreativitas dalam berbagai kegiatan,” kata Kasih.

Menurutnya, berbagai aktivitas yang diselenggarakan, seperti bazar, presentasi, hingga pembuatan video pendek, dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam menerapkan nilai kebudiluhuran di kehidupan sehari-hari.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap karakter luhur yang menjadi ciri khas Universitas Budi Luhur.

Adapun dalam kegiatan bazar yang memadati area lapangan, tercatat diikuti oleh puluhan kelompok mahasiswa. Mereka secara kreatif menjajakan bermacam-macam jenis makanan kepada para pengunjung. 

Menariknya, seluruh hasil penjualan dari bazar ini sama sekali bukan untuk keuntungan pribadi mahasiswa maupun kelompoknya, melainkan murni dikumpulkan untuk disumbangkan ke panti asuhan serta orang-orang yang membutuhkan sebagai wujud nyata kepedulian sosial.

“Tadi ada kegiatan bazar di lapangan, kemudian kegiatan yang semakin mengasah pemahaman tentang kebudiluhuran. Nanti malam juga ada kegiatan membuat video pendek tentang pengalaman setelah satu semester mengaplikasikan nilai-nilai kebudiluhuran. Itu yang paling penting,” ujarnya.

Kasih menilai, kreativitas mahasiswa baru tahun ini menunjukkan perkembangan yang semakin baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, mahasiswa tidak lagi memaknai kebudiluhuran hanya sebatas sikap tolong-menolong, tetapi juga mengembangkannya melalui nilai belas kasih, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Saya sangat bangga. Teman-teman mahasiswa baru tahun ini semakin kreatif. Mereka memandang kebudiluhuran bukan hanya dari sisi tolong-menolong, tetapi juga dari nilai belas kasih, kreativitas, dan yang paling penting mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia meyakini penguatan nilai kebudiluhuran akan melahirkan generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Karena itu, ia berharap seluruh mahasiswa mampu terus mengasah nilai-nilai tersebut agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya semakin yakin bahwa dari Budi Luhur akan lahir pemimpin-pemimpin yang lebih cerdas, berbudiluhur, dan berkarakter mulia. Harapan saya, teman-teman mahasiswa dapat mengadopsi dan mengasah nilai-nilai kebudiluhuran sehingga memberikan manfaat bagi sesama,” ucapnya.

Kasih menambahkan, identitas mahasiswa Budi Luhur tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan menerapkan nilai-nilai kebudiluhuran dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap semangat tersebut terus dijaga dan diwujudkan dalam tindakan nyata selama menempuh pendidikan maupun setelah lulus.

“Mahasiswa Budi Luhur adalah mahasiswa yang cerdas dan berbudiluhuran. Itu yang paling utama,” katanya.

Sementara itu, acara ini pun turut dihadiri oleh H. Rano Karno, S.IP. selaku wakil gubernur DKI Jakarta, Nadine Chandrawinata (Puteri Indonesia 2005 & Founder SeaSoldier), Haji Chaerudin "Babe Idin" (Jawara Pelestari Lingkungan), dan Dr. Hj. Sundari Untinasih Soekotjo, S.Pd., M.M (Srikandi Keroncong Indonesia). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.