LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Penantian panjang keluarga lansia (lanjut usia) hilang di Lingga dan tim gabungan akhirnya berakhir.
Nenek Nurhayati (69), warga Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, ditemukan dalam keadaan selamat meski lemas, setelah tiga hari menghilang di kawasan hutan, Jumat (26/6/2026).
Suasana pencarian siang itu berlangsung menegangkan.
Sejak pagi, tim gabungan yang terdiri dari warga, aparat, dan relawan menyebar ke berbagai arah.
Sebagian menyusuri aliran sungai, sementara kelompok lainnya memasuki kawasan hutan di seberang rumah korban yang selama ini menjadi salah satu titik pencarian.
Harapan yang sempat menipis berubah menjadi lega, ketika sekira pukul 14.40 WIB terdengar teriakan keras dari dalam hutan.
Suara itu menjadi tanda bagi seluruh tim untuk segera berkumpul menuju sumber suara.
Seluruh anggota tim berlari menembus semak belukar, hingga akhirnya mendapati Nurhayati terbaring lemah di tengah hutan.
Perempuan lanjut usia itu ditemukan dengan wajah pucat, tanpa alas kaki, sambil menggenggam sebatang dahan kecil.
Tak jauh dari tubuhnya, sekitar 10 meter, ditemukan sepasang sandal jepit yang diduga miliknya.
Sementara seutas ikatan daster tampak tersangkut di ranting pohon di sekitar lokasi penemuan.
Lokasi penemuan berada tidak jauh dari rute menuju kandang ternak ayam milik Nurhayati.
Atau sekitar 800 meter dari rumahnya, dengan harus menyeberangi jalan sebelum memasuki kawasan hutan.
Agus, seorang warga yang pertama kali menemukan korban, mengatakan awalnya ia tidak langsung melihat tubuh Nurhayati.
Perhatiannya justru tertuju pada sepasang sandal dan sehelai kain yang berada di antara semak.
"Awalnya saya ingin melangkah ke kiri, tapi saya terhenti melihat ada sandal dan kain," ujarnya.
Perasaan Agus langsung tidak menentu.
Ia menduga benda-benda tersebut berkaitan dengan Nurhayati, sehingga memilih memanggil rekan-rekannya untuk memastikan.
"Saya tak sanggup untuk melihat, lemah, jadi saya panggil yang lain di belakang untuk melihat," terang Agus.
Saat itulah mereka mendapati Nurhayati terbaring dalam kondisi sangat lemah.
"Dia tidak ada suara, diam aja, dia cuma megang dahan kecil," ucap Agus.
Rekan satu timnya, Indra, mengaku lokasi penemuan sama sekali tidak diperkirakan sebelumnya.
"Saat itu Agus yang jumpa sandal, tapi dia tak mau lihat, karena perasaannya sudah tak enak. Jadi dia panggil kami untuk melihat ke depan," ungkap Indra.
Diduga selama tiga malam Nurhayati bertahan seorang diri di tengah hutan dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat, dengan hujan deras dan angin kencang yang beberapa hari terakhir melanda wilayah tersebut.
Usai ditemukan, tim langsung mengevakuasi Nurhayati dengan cara menggendongnya keluar dari hutan.
Karena keterbatasan akses menuju lokasi, korban kemudian dibawa menggunakan kendaraan Kaisar, agar bisa secepatnya tiba di puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah mendapat pertolongan awal, Nurhayati selanjutnya dirujuk ke RSUD Dabo Singkep untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Sebelumnya, Nurhayati diketahui terakhir kali berada di rumahnya pada Selasa (23/6/2026) sore.
Tak lama kemudian, keluarga menyadari korban sudah tidak berada di rumah, sehingga pencarian besar-besaran dilakukan selama tiga hari oleh tim gabungan bersama masyarakat Desa Bukit Belah.
Penemuan Nurhayati dalam keadaan selamat pun disambut haru dan rasa syukur oleh keluarga, serta seluruh warga yang sejak hari pertama tanpa henti ikut melakukan pencarian. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)