TRIBUNNEWS.COM - Hari raya Kuningan pada tahun 2026 jatuh pada hari Sabtu, 27 Juni 2026.
Hari Kuningan merupakan salah satu hari suci umat Hindu yang diperingati setiap 10 hari setelah hari raya Galungan.
Perayaan ini memiliki makna sebagai penutup rangkaian Galungan sekaligus momen untuk memohon keselamatan, kemakmuran, dan tuntunan hidup kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Umat Hindu meyakini bahwa pada Hari Kuningan, para leluhur yang telah turun ke dunia saat Galungan akan kembali ke alam spiritual setelah menerima persembahan dan doa dari keluarga.
Karena itu, hari Kuningan dirayakan dengan penuh khidmat melalui persembahyangan bersama, penyajian sesajen, dan berbagai tradisi keagamaan sebagai ungkapan rasa syukur serta penghormatan kepada leluhur, dikutip dari Kementerian Agama.
Untuk memperingati hari Kuningan, berikut twibbon yang bisa digunakan untuk dibagikan ke media sosial.
Baca juga: 60 Ucapan Hari Raya Kuningan 2026 yang Penuh Makna dan Doa, Cocok Jadi Caption Sosmed
Hari Raya Kuningan merupakan hari suci umat Hindu yang diperingati 10 hari setelah Hari Raya Galungan sebagai penutup rangkaian perayaan kemenangan Dharma (kebenaran) atas Adharma (kejahatan).
Umat Hindu meyakini bahwa pada Hari Kuningan, para leluhur yang telah turun ke dunia saat Galungan akan kembali ke alam spiritual setelah menerima persembahan dan doa dari keluarga.
Karena itu, Hari Kuningan menjadi momen untuk memanjatkan doa, memohon keselamatan, kemakmuran, serta bimbingan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Perayaan Hari Kuningan ditentukan berdasarkan kalender Bali dan jatuh setiap Sabtu Wuku Kuningan, tepat 10 hari setelah Galungan.
Dalam satu tahun Masehi, Hari Raya Galungan dan Kuningan umumnya diperingati sebanyak dua kali.
Hari Kuningan dirayakan dengan penuh khidmat melalui persembahyangan bersama, penyajian sesajen, serta berbagai tradisi keagamaan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatan kepada para leluhur.
Melalui perayaan ini, umat Hindu diharapkan semakin memperkuat keimanan, menjaga keharmonisan hidup, dan senantiasa menjalankan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari, dikutip dari Pemkab Buleleng.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)