DKP3 Banjarbaru Siapkan Strategi Hadapi Kemarau, Petani Dapat Benih Tahan Kekeringan
Budi Arif Rahman Hakim June 26, 2026 11:52 PM


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Mengatasi ancaman musim kemarau, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurangi dampaknya terhadap sektor pertanian dan peternakan. 

Upaya tersebut dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga penguatan ketahanan peternakan dengan tiga langkah utama.

Sekretaris DKP3 Banjarbaru, Wiwien Robiaty, dikonfirmasi, Jumat (26/6/2026), mengatakan, langkah awal yang dilakukan di sektor pertanian adalah mengidentifikasi daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. 

Pemetaan tersebut disusun berdasarkan data historis kekeringan, ketersediaan sumber air, kondisi irigasi, luas tanam, serta kawasan tadah hujan.

Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebijakan, termasuk penyusunan kalender tanam yang disesuaikan dengan prakiraan musim.

Petani, kata Wiwien,  juga didorong mempercepat masa tanam sebelum puncak kemarau serta melakukan diversifikasi komoditas dengan tidak hanya menanam padi, tetapi juga palawija yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

Baca juga: Pencurian Trail di Tanahlaut Terekam Kamera CCTV, Korban Diminta Lapor Polsek Bati-Bati

Baca juga: Keluarga Korban Minta Proses Lanjut, Penyidikan Kasus Dugaan Perkosaan Anak di Tala Berjalan

Baca juga: Mangkir Berkali-kali, 4 Pejabat PDAM Barito Kuala Dijemput Paksa dan Resmi Jadi Tersangka Korupsi

Selain itu, DKP3 menyalurkan bantuan sarana produksi berupa benih varietas tahan kekeringan, seperti padi gogo dan berbagai jenis palawija. 

Guna membantu petani yang mulai mengalami keterbatasan air, Wiwien bilang, DKP3 juga menyediakan fasilitas pinjam pakai pompa air melalui Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Banjarbaru.

Adapun di sektor peternakan, Wiwien menjelaskan pihaknya memusatkan perhatian pada tiga aspek utama, yakni ketersediaan air minum ternak, ketahanan pakan, serta pengendalian suhu dan kesehatan kandang.

Menurutnya, kebutuhan air minum ternak pada musim kemarau dapat meningkat hingga dua kali lipat.

Karena itu, peternak didorong menyiapkan sumber air alternatif melalui pembangunan sumur bor, pemanfaatan pompa air, hingga penyediaan tempat penampungan air bersih sebagai cadangan apabila sumber air permukaan mengering.

Guna menjaga ketersediaan pakan, DKP3 mengimbau peternak memanfaatkan teknik pengawetan hijauan, baik melalui metode silase maupun hay. 

Disampaikannya, meyode silase dilakukan dengan fermentasi hijauan dalam kondisi kedap udara sehingga kualitas pakan tetap terjaga selama berbulan-bulan. 

Selain itu, peternak juga dianjurkan menanam hijauan yang lebih tahan terhadap cuaca panas, seperti rumput gajah, rumput odot, dan jagung pakan.

Fokus ketiga adalah menjaga kondisi kandang agar ternak tidak mengalami stres panas. 
DKP3 menyarankan penggunaan atap berwarna terang atau dilengkapi material peredam panas, memastikan sirkulasi udara tetap baik, serta memasang kipas angin atau blower untuk membantu menurunkan suhu di dalam kandang.

"Pemberian vitamin dan elektrolit melalui air minum juga penting untuk menjaga daya tahan tubuh ternak sehingga tidak mudah terserang penyakit selama musim kemarau," ujar Wiwien.
(Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.