BOLASPORT.COM - Pembalap Red Bull KTM Tech3, Maverick Vinales, tak bisa menyembunyikan kekesalannya setelah melihat cara KTM memastikan masa depannya.
Nasib Maverick Vinales pada MotoGP 2027 menemui ketidakpastian setelah apa yang diperlakukan KTM, timnya sendiri.
Vinales menatap MotoGP Belanda 2026 dengan kekesalan yangbterlihat saat media day.
Dalam sesi wawancara praseri balapan, Kamis (25/6/2026), Top Gun mendapat satu pertanyaan tentang kelanjutan nasibnya di KTM.
Namun, wajah Vinales secara drastis berubah menjadi muram.
"Bagi saya sudah sangat jelas," jawab Maberick Vinales dikutip Bolasport dari Crash.net.
Vinales dibuat kecewa dengan cara KTM mengabarinya tentang kelanjutan kontrak.
Bukannya diberi tahu jauh-jauh hari, ia justru tahu dari media.
Itu pun karena persoalan siapa yang akan melakukan penguian mesin 850cc pada sirkuit Brno, Republik Ceko, Senin lalu.
KTM memilih Pedro Acosta yang padahal sudah santer diketahui bahwa pembalap itu akan pindah ke Ducati Lenovo pada tahun depan.
Bukan perkara tidak terpilih jadi penguji mesin 850cc, Vinales tak habis pikir dengan cara pabrikan Austria itu memperlakukan pembalapnya.
"Saya tidak minta untuk menguji motornya kok," kata Vinales.
"Tapi mereka membuat saya menebak-nebak selama dua minggu tentang apakah saya akan diminta mengujiatau tidak."
"Dan pada akhirnya, saya mengetahui dari berita bahwa Pedro Acosta yang akan menguji."
"Padahal, mudah saja menelepon dan memberi tahu saya kan," tandasnya.
"Ok, saya memang tidak dalam kondisi fisik yang bagus, tetapi saya pikir saya masih bisa mengusahakan putaran cepat."
"Namun dari cara mereka tidak memberi tahu saya apapun, mereka tidak menelepon saya tentang Acista saat dua minggu sebelumnya mereka bilang saya akan mengujinya."
"Bagi saya ini suatu jawaban yang jelas."
Vinales sudah yakin KTM tidak meliriknya untuk bertahan di tim mereka.
Namun penyesalan mantan pembalap Yamaha dan Aprilia ini adalah karena ia sangat respek dengan kontrak KTM sehingga sampai tidak mencari-cari kemungkinan tim lain.
"Rencana tim adalah agar saya berada di tim pabrikan,” tambahnya.
“Jadi, apa pun yang mereka katakan padaku… Percaya atau tidak, ini sulit. Bagaimana kehidupanku di luar dunia balap nanti?”
“Yah, bersama putri-putriku, istriku - kehidupan yang tenang. Berkompetisi, melakukan hal-hal lain.”
“Namun yang terpenting, saya tidak membayangkan diri saya meninggalkan kejuaraan dunia ini. Jika saya memang pergi dari sini, masih ada seribu hal lain yang bisa saya lakukan; ini bukanlah akhir dunia," ujar Vinales.