Grid.ID -Mantan bos diketahui ngaku serahkan Taufik Hidayat ke polisi. Namun sosoknya kini tak berani temui Dedi Mulyadi.
Sosok mantan atasan Taufik Hidayat, tersangka penyekapan dan penganiayaan wanita di Bandung mendadak jadi sorotan. Ia mengaku serahkan anak buahnya itu ke polisi.
Mengaku serahkan Taufik Hidayat ke polisi, mantan bos pelaku penganiayaan di Bandung tak berani temui Dedi Mulyadi. Ada apa gerangan?
Mantan atasan Taufik Hidayat, yang menjadi tersangka dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang wanita di Bandung, mendadak membatalkan rencana pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM. Sebelumnya, pria bernama Dadang Ahyar Ismail (53) sempat menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Dedi Mulyadi.
Namun, saat hari yang telah dijadwalkan untuk pertemuan tersebut tiba, Dadang mendadak mengurungkan niatnya dan memilih tidak hadir. Dadang menjadi perhatian publik setelah menyebut bahwa Taufik menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.
Ia bahkan menuturkan bahwa dirinya lah yang menyarankan Taufik agar menyerahkan diri. Sementara itu, Taufik diamankan oleh jajaran Polda Jawa Barat di kediamannya yang berada di Komplek Griya Pesona, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/6/2026).
Menurut Dadang, di rumah tersebut ia sempat membujuk Taufik hingga akhirnya pria itu bersedia menyerahkan diri kepada aparat.
"Sebelum menyerahkan diri itu. TH itu sebenarnya sempat menelepon saya beberapa hari lalu. Dia bilang, dia viral se-Indonesia. Terus harus gimana, dia bilang ke saya minta bantuan perlindungan ke saya," ujarnya dikutip dari Tribun Jabar.
Dadang pun kemudian memberi masukan kepada Taufik untuk menyerahkan diri agar tidak terjadi hal yang lebih parah.
"Saya bilang ke TH, pertama, kamu misalkan mau terus lari sampai kapan, pasti capek. Kedua, karena sudah ramai, kamu bisa ditangkap warga dan bisa dihakimi sampai mati. Ketiga, semisalnya ketangkap polisi, kayak di TV bisa ditembak," katanya.
Namun demikian, menurut Dadang, TH ternyata belum juga menyerahkan diri dalam waktu dekat. Sampai akhirnya pada Selasa (23/6/2026), Taufik mendadak datang ke kediaman Dadang.
"Pagi-pagi, saya mau berangkat kerja dia sudah di sini. Saya bingung karena saya mau berangkat kerja, dan belum nelfon polisi. Akhirnya saya bilang ke TH, 'kamu terserah mau kemana. Tapi yang jelas hari ini kamu harus nyerahin diri'," ujarnya.
Dadang menambahkan, pada sore harinya aparat kepolisian akhirnya datang ke rumahnya. Tak lama setelah itu, TH juga tiba di kediamannya dan langsung menyerahkan diri kepada petugas kepolisian di Komplek Griya Pesona.
"Jadi perjanjiannya itu saya sama TH, dia menyerahkan diri, tapi saya ikut mendampingi. Akhirnya pada saat itu, saya ikut dari belakang saat TH dibawa. Dia kooperatif. Dia menyerahkan diri dan saya juga ikut mendampingi," katanya.
Soal sayembara yang dilakukan KDM, Dadang mengaku tidak mengharapkan uangnya.
"Kalau diberikan oleh Pak Dedi, uangnya saya berikan pada korban," ujar Dadang saat diwawancarai Tribun Jabar, Rabu (24/6/2026).
Sementara itu, Dedi Mulyadi atau yang dikenal dengan KDM memberikan tanggapan terkait sayembara berhadiah Rp 250 juta bagi masyarakat yang berhasil menemukan Taufik Hidayat, buronan kasus penganiayaan yang belakangan menghebohkan publik di seluruh Indonesia. Taufik Hidayat (30) diketahui sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap YTR (29).
Ia berhasil diamankan oleh tim khusus bentukan Polda Jawa Barat di kawasan Majalaya pada Selasa (23/6/2026) malam.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat mengumumkan sayembara dengan hadiah uang Rp 250 juta untuk warga yang dapat menemukan keberadaan Taufik Hidayat saat masih melarikan diri.
"Lihat saja nanti di channel saya pukul lima sore," jawab singkat KDM menanggapi pertanyaan sejumlah wartawan seusai menghadiri acara Abpednas di GOR Tadjimalela, Sumedang Selatan, Sumedang, Kamis (25/6/2026) sore, dikutip dari Kompas.com.
Setelah menjawab pertanyaan tersebut, Dedi Mulyadi langsung beranjak pergi dan tidak lagi melayani pertanyaan dari para wartawan. Tak lama kemudian, ia dikerumuni sejumlah ibu-ibu yang saling berdesakan untuk berfoto bersama orang nomor satu di Jawa Barat itu.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat terkait kelanjutan sayembara berhadiah Rp 250 juta setelah tertangkapnya Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Bandung.
Menurut Dedi, sayembara tersebut awalnya diperuntukkan bagi masyarakat yang memberikan informasi atau membantu melacak keberadaan pelaku.
Namun, setelah Taufik berhasil diamankan oleh aparat kepolisian, mekanisme penyaluran hadiah tersebut perlu dibicarakan lebih lanjut agar tidak memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
"Sayembaranya kan diumumkan untuk warga yang menemukan. (Karena ini) polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan. Takut ada unsur yang melanggar karena ini aparat. Nanti saya mau ketemu dengan Pak Kapolda," ujarnya saat ditemui di Garut, Rabu (24/6/2026).