Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Ribuan Akademisi Selama 1,5 Jam, Ini yang Dibahas
Adi Suhendi June 26, 2026 11:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan sekitar 2.600 peserta yang terdiri atas rektor, profesor, dekan, hingga ratusan peneliti dari BRIN.

Pertemuan itu masuk dalam rangkaian Sarasehan Kebangsaan Konferensi Sains dan Teknologi Nasional (KSTI) 2026 di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026).

Pertemuan tertutup itu berlangsung sekitar satu setengah jam.

Prabowo sempat meminta awak media untuk keluar dari arena pertemuan Sarasehan Kebangsaan. 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan dalam pertemuan tertutup itu Prabowo menyampaikan pesan-pesan mengenai peran kalangan akademisi dalam pembangunan bangsa.

"Yang intinya adalah Presiden merasa profesor, dekan, akademisi, para cendekiawan ini adalah putra-putri terbaik bangsa. Baik itu dari sektor akademi, dari ilmuwan-ilmuwannya sudah yang tertinggi, yang kemudian diharapkan apapun bidangnya, apapun keilmuannya, semua darmabaktikan untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Prasetyo. 

Baca juga: Prabowo Mengaku Rajin Datangi Kampus Untuk Cari Orang Terpintar

Menurut Prasetyo, Prabowo meminta agar hasil riset, inovasi, dan pengembangan teknologi di perguruan tinggi diarahkan untuk kebutuhan bangsa. 

"Beliau juga menggugah supaya apa yang dihasilkan ilmunya, apa yang dihasilkan inovasi-inovasi, teknologi-teknologi yang dikembangkan itu semua diarahkan untuk kepentingan bangsa dan negara dan tentunya bisa bermanfaat untuk masyarakat secara luas," katanya.

Sebagai contoh, Prasetyo menyebut Prabowo menyinggung pentingnya pengembangan benih unggul di sektor pertanian agar mampu meningkatkan produksi pangan nasional. 

Selain itu, Presiden juga membahas pengembangan teknologi tinggi, termasuk industri baterai dan kendaraan nasional.

Baca juga: Prabowo Curhat Risiko Pakai Mobil Presiden Buatan RI: Kalau Hujan Keras Sempat Bocor Juga

"Bapak Presiden tadi menekankan ini kita memiliki mobil buatan Indonesia, motor buatan Indonesia sendiri," ujar Prasetyo.

Prasetyo juga mengungkapkan pemerintah terus menindaklanjuti arahan Presiden terkait penambahan anggaran riset. 

Menurutnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Bappenas dan BRIN kini mengarahkan pendanaan penelitian agar menghasilkan inovasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

"Ini sudah diatur sedemikian rupa oleh Menteri Dikti bersama dengan Bappenas kemudian bersama dengan BRIN bahwa sekarang bidang penelitian betul-betul diarahkan untuk menghasilkan sesuatu yang diharapkan oleh publik," pungkasnya.

Acara ini dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Selain itu, hadir pula Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko PMK Pratikno, Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo.

Penyelenggaraan Sarasehan Kebangsaan 2026 diikuti lebih dari 2.600 peserta yang terdiri atas 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua perguruan tinggi, 1.596 dosen, ilmuwan, dan peneliti, termasuk sekitar 300 peneliti dari BRIN. 

Selain itu, kegiatan juga melibatkan lebih dari 635 mitra kolaborasi perguruan tinggi dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.