HMI Takengon Minta Kapolda Aceh Baru Berantas Narkoba hingga Kejahatan Siber
Mawaddatul Husna June 26, 2026 11:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo merotasi jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh. 

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026, Irjen Pol Ruddi Setiawan SIK SH MH resmi ditunjuk sebagai Kapolda Aceh menggantikan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah yang memasuki masa pensiun.

Merespons pergantian tersebut, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon-Bener Meriah, Afdhalal Gifari menyampaikan selamat atas pelantikan Irjen Ruddi sekaligus menitipkan sejumlah agenda prioritas kepada kepemimpinan baru Polda Aceh.

"Kehadiran Irjen Ruddi Setiawan membawa angin segar bagi Aceh.

Beliau bukan sekadar perwira tinggi, melainkan seorang konseptor strategis yang memiliki ketajaman investigasi sekaligus pendekatan ilmiah dalam penegakan hukum," kata Afdhalal Gifari.

Dikatakan, Irjen Ruddi dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang reserse serta pernah memimpin Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri. 

Afdhalal menilai kombinasi pengalaman tersebut menjadi modal fundamental untuk membawa Polda Aceh menuju era penegakan hukum yang lebih presisi, modern dan humanis.

Dorong Penguatan Sinergi Antara Kepolisian dan Mahasiswa

Dalam kesempatan itu, HMI Cabang Takengon-Bener Meriah juga mendorong penguatan sinergi antara kepolisian dan elemen mahasiswa.

"Kami mendorong jajaran Polda Aceh hingga ke tingkat Polres dan Polsek, untuk membangun kolaborasi aktif bersama elemen mahasiswa dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih," ujar Afdhal. 

Ia menambahkan bahwa konsistensi penegakan hukum merupakan kunci utama dalam menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemberantasan narkotika dan kejahatan siber menjadi sorotan utama yang disampaikan HMI kepada Kapolda baru. 

"Penyelamatan generasi muda Aceh dari ancaman narkoba dan kejahatan siber harus menjadi agenda prioritas yang tidak bisa ditawar," tegasnya.

HMI juga mendorong pendekatan penegakan hukum yang selaras dengan nilai-nilai lokal Aceh. 

"Aceh, khususnya Dataran Tinggi Gayo, berdiri kokoh di atas pondasi adat dan syariat.

Kami berharap kepemimpinan beliau mampu mengintegrasikan hukum formal dengan pendekatan keadilan restoratif yang menghormati kearifan lokal," kata Afdhal.

Di penghujung pernyataannya, Afdhal menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan dan keamanan daerah. 

"HMI siap berdiri di garda depan sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis Polri, mengawal isu-isu kemanusiaan dan menjaga kondusivitas kamtibmas di seluruh wilayah hukum Aceh," demikian Afdhal Gifhari. (*)

Baca juga: AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo Resmi Jabat Kapolres Aceh Tenggara, Ini Harapan LSM dan Ormas Pemuda

Baca juga: Tgk Marwan Husni Minta Kapolda Aceh yang Baru Berantas Narkoba dan Judi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.