Prabowo Ungkap Hobi Belajar Sejarah, Beri Contoh Kriteria Bangsa yang Bisa Bangkit
GH News June 27, 2026 12:08 AM
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan mempelajari sejarah merupakan salah satu hobinya. Melalui berbagai kajian sejarah, ia mengaku dapat memahami dinamika yang membentuk perjalanan sebuah bangsa, termasuk Indonesia.

Menurut Prabowo, setiap warga negara pada dasarnya memiliki kecintaan terhadap tanah air meski berasal dari latar belakang yang beragam. Karena itu, ia meyakini selalu ada ruang untuk menjaga kebersamaan di tengah perbedaan.

"Inilah yang saya lihat dari apa yang saya pelajari dari sejarah, karena salah satu hobi saya, passion saya adalah sejarah," paparnya di acara Sarasehan Kebangsaan di JICC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Setelah mempelajari berbagai sejarah, Prabowo menyebut bangsa yang mampu bangkit dari keterpurukan adalah bangsa yang elite-nya bisa bekerja sama. Saat elite pemerintahan tak akur, bangsa itu disebut sulit mencapai potensi terbaiknya.

"Dari apa yang saya belajar dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elite-nya bisa kerjasama itu bangsa itu yang bangkit. Bangsa yang elite-nya selalu tidak bisa kerjasama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya," sambungnya.

Ia pun meminta agar masyarakat Indonesia tidak menutup mata dengan keadaan dunia saat ini. Terutama perang di Ukraina yang disebut Prabowo durasinya lebih lama dibanding perang dunia kedua.

"Kalau kita lihat rasnya sama, sukunya sama, agamanya juga banyak yang sama, perangnya itu sampai puluhan ribu korban mati selama tiga bulan dan perang di Ukraina sudah lebih lama dari perang dunia kedua," sebut Prabowo.

Berbagai perang di wilayah lain juga tidak bisa dilupakan, termasuk di Gaza, Palestina. Prabowo menggambarkan kondisi Gaza saat ini mirip dengan akibat bom Hiroshima dan Nagasaki pada 1945.

"Ini semua kuncinya adalah antara lain, elite yang tidak bisa kerjasama. Saya kira kita perlu untuk renungkan masalah bernegara," ucapnya lagi.

Sebagai presiden, Prabowo mengatakan dirinya terus berupaya membangun komunikasi dan persuasi kepada masyarakat. Ia menegaskan demokrasi merupakan bentuk pelaksanaan kedaulatan rakyat yang diwujudkan melalui mekanisme pemilihan umum.

"Jadi kedaulatan rakyat wujudnya adalah demokrasi, demokrasi wujudnya adalah pemilihan," sebutnya.

Untuk itu, ia mengajak agar masyarakat tak lagi berselisih soal hasil pemilihan umum yang telah terjadi. Perselisihan disebutnya hanya menumbuhkan kegaduhan dan kebencian, padahal negara lain tengah berupaya menuju kesejahteraan.

Devita Savitri
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom sejak 2023. Tertarik dan aktif meliput isu terkait pendidikan dasar dan menengah. Wartawan Terproduktif Kemendikdasmen 2025.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.