TRIBUNJATIM.COM - Momen pelantikan kepala desa terpilih di Kabupaten Barru yang seharusnya berlangsung penuh sukacita berubah menjadi suasana duka.
Salah satu kepala desa terpilih, Ibrahim, dilaporkan meninggal dunia sebelum sempat mengikuti prosesi pengambilan sumpah jabatan.
Pelantikan dan pengambilan sumpah Kepala Desa terpilih Periode 2026–2034 serentak di ruangan Baruga Pettu Adae, Lantai 6 Mall Pelayanan Publik (MPP), Jl. Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru berubah menjadi duka, Jumat (26/6/2026) pagi.
Kepergian Ibrahim menjadi perhatian karena sebelumnya ia sempat mencuri perhatian publik setelah memenangkan pemilihan kepala desa melawan istrinya sendiri.
Baca juga: Sutarji Telanjur Setor Rp25 Juta Ke Kades, Tapi Mobil yang Jadi Jaminan Malah Tak Kunjung Kembali
Jenazah almarhum rencananya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh keluarga.
Kepala Desa Jangan-Jangan terpilih periode 2026–2034, Ibrahim, mengembuskan napas terakhirnya tepat di hari ia seharusnya mengucap sumpah jabatan.
Ibrahim dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar, beberapa saat sebelum prosesi pelantikan dimulai.
Kapolsek Pujananting, Iptu Sahabuddin, membenarkan kabar tersebut.
“Meninggal pukul 08.00 Wita tadi. Sementara di Maros dalam perjalanan menuju rumah duka,” ujarnya.
Pantauan di lokasi pelantikan, hanya ada 11 kepala desa yang berdiri saat pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari.
Ibrahim tidak hadir di tengah deretan barisan kepala desa yang mengenakan seragam dinas putih (PDU).
Usai prosesi pelantikan, di depan para hadirin, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, mengucapkan bela sungkawa.
“Saya doakan semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT, dilapangkan kuburnya, dan semua amal baik beliau diterima oleh Allah SWT,” ucapnya.
Dia mengajak hadirin untuk mengirimkan Al-Fatihah.
Kisah terpilihnya Ibrahim sebagai Kepala Desa Jangan-Jangan terbilang cukup unik dan sempat menarik perhatian warga Barru.
Pada Pilkades serentak yang digelar 25 Mei lalu, Ibrahim maju bertarung memperebutkan kursi nomor satu di desanya.
Menariknya, rival utamanya dalam kontestasi tersebut tidak lain adalah istrinya sendiri, Andi Hasbiah.
Ibrahim dengan nomor urut 2, sedangkan istrinya nomor urut 1.
Hasil Pilkades, Ibrahim berhasil keluar sebagai pemenang setelah meraih perolehan suara 686 suara.
Sementara istrinya, Andi Hasbiah, memperoleh 86 suara.
Namun takdir berkata lain, belum sempat menjalankan masa jabatannya untuk periode 2026–2034, Ibrahim kini telah berpulang ke Rahmatullah.