TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tim nasional Belanda sukses mengamankan posisi puncak klasemen Grup F Piala Dunia FIFA 2026 setelah menumbangkan Tunisia dengan skor meyakinkan 3-1 pada laga pamungkas yang digelar di Kansas City Stadium.
Kemenangan ini sekaligus memesan tiket babak 32 besar untuk menantang Maroko di Monterrey pada 29 Juni mendatang.
Anak asuh Ronald Koeman tampil sangat dominan sejak peluit babak pertama dibunyikan.
Hasil ini sekaligus membuat Tunisia tereliminasi dari turnamen tanpa raihan satu poin pun setelah menelan tiga kekalahan beruntun.
Kemenangan impresif tim De Oranje ini turut menuai perhatian dari para pencinta sepak bola di Kota Pontianak.
Dodi, seorang warga Pontianak yang memantau ketat jalannya Piala Dunia 2026, memuji stabilitas permainan anak asuh Ronald Koeman.
• Brace Nicolas Pepe Bawa Pantai Gading Lolos Babak Gugur, Warga Pontianak: Kompetisi Semakin Menarik
"Sejak awal pertandingan, saya melihat skuad Belanda tampil penuh ambisi untuk menang demi memastikan tiket 32 besar serta mengamankan juara grup F. Mereka tidak mau main aman walau di atas kertas lebih diunggulkan," kata Dodi kepada Tribun Pontianak, Jumat 26 Juni 2026.
Menurut Dodi, performa lini serang Belanda yang agresif sejak menit-menit awal menjadi bukti sahih bahwa mereka merupakan salah satu kandidat kuat di fase gugur nanti.
Laga baru berjalan tiga menit, Belanda langsung memecah kebuntuan.
Berawal dari umpan silang Denzel Dumfries, kapten Tunisia Ellyes Skhiri salah mengantisipasi bola yang berniat dihalau dari jangkauan Brian Brobbey, namun justru bersarang ke gawangnya sendiri sebagai gol bunuh diri.
Hanya berselang empat menit, tepatnya di menit ke-7, papan skor kembali berubah menjadi 2-0.
Brian Brobbey mencetak gol ketiganya di turnamen ini melalui sontekan jarak dekat setelah menerima umpan sundulan Virgil van Dijk yang memanfaatkan skema tendangan bebas.
Catatan ini menjadi sejarah baru bagi Belanda, di mana ini adalah kali pertama dalam 58 pertandingan Piala Dunia mereka mampu mencetak dua gol dalam tujuh menit pertama.
Di awal babak kedua yang diguyur hujan, Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-54 melalui sundulan Hazem Mastouri yang memanfaatkan umpan sepak pojok Hannibal Mejbri.
Namun, Belanda langsung merespons dengan cepat di menit ke-62 lewat sundulan Jan Paul van Hecke yang memaksimalkan umpan matang dari Tijjani Reijnders. Skor 3-1 bertahan hingga laga usai.
Berdasarkan data infografis resmi, dominasi total ditunjukkan oleh timnas Belanda baik dalam hal penguasaan bola maupun intensitas serangan:
Tembakan: Tunisia 10 - 19 Belanda
Tembakan ke Arah Gawang: Tunisia 4 - 6 Belanda
Penguasaan Bola: Tunisia 29 persen - 71?landa
Operan: Tunisia 249 - 660 Belanda
Akurasi Operan: Tunisia 81 % - 92?landa
Pelanggaran: Tunisia 11 - 10 Belanda
Kartu Kuning: Tunisia 0 - 0 Belanda
Kartu Merah: Tunisia 0 - 0 Belanda
Offside: Tunisia 2 - 1 Belanda
Tendangan Sudut: Tunisia 4 - 6 Belanda
Dengan hasil ini, Belanda berhak melaju dengan status jawara grup didampingi oleh Jepang sebagai runner-up.
Belanda: 3 Main | 2 Menang | 1 Seri | 0 Kalah | Gol: 10-4 (+6) | 7 Poin (Lolos)
Jepang: 3 Main | 1 Menang | 2 Seri | 0 Kalah | Gol: 7-3 (+4) | 5 Poin (Lolos)
Swedia: 3 Main | 1 Menang | 1 Seri | 1 Kalah | Gol: 7-7 (0) | 4 Poin
Tunisia: 3 Main | 0 Menang | 0 Seri | 3 Kalah | Gol: 2-12 (-10) | 0 Poin
Gelandang Belanda, Brian Brobbey, terpilih sebagai Pemain Terbaik Pertandingan (Player of the Match) setelah mencatatkan satu gol dan performa ofensif yang konstan sepanjang laga. (*)