Bagaimana Arsenal Bisa Tampil dengan Bruno Guimaraes dan Morgan Rogers dalam Skuad Impian Mikel Arteta
Hendra Wijaya June 27, 2026 07:03 AM

Mendatangkan gelandang baru bagi Arsenal bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas puncak tim, tetapi juga memperkuat kedalaman skuad.

Pelatih asal Spanyol itu telah membawa The Gunners meraih gelar Liga Premier pertama mereka dalam 22 tahun, dan persiapan untuk mempertahankan mahkota tersebut kini tengah berjalan dengan serius.

Banyak perbincangan muncul mengenai gaya permainan Arsenal dan apakah keberhasilan meraih gelar, serta berkurangnya tekanan, bisa membuat tim bermain lebih bebas dan menyerang di musim depan.

Berbicara setelah kekalahan dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions, Mikel Arteta menekankan pentingnya Arsenal untuk tetap "ambisius" di bursa transfer.

Ia juga memuji kualitas PSG dalam penguasaan bola dan bagaimana kemampuan individu para pemain mereka menimbulkan masalah bagi lawan.

“Apa yang mereka lakukan dengan bola, melalui aksi individu, belum pernah saya lihat sebelumnya,” ujar Arteta.

“Bukan rencana kami bermain di area tertentu tanpa bola, tetapi mereka memaksa kami melakukannya, jadi pemain pantas mendapat pujian lebih.”

Saat ditanya apakah ia ingin meniru hal tersebut, Arteta menjawab: “Ya, dan tentu saja kemampuan individu seperti yang mereka miliki.”

Bruno Guimaraes kemungkinan besar akan berperan sebagai gelandang nomor 8, yang akan membebaskan Martin Zubimendi untuk menutupi posisi Declan Rice.

Dengan pemikiran tersebut, Arsenal kini berupaya memperkuat lini serang mereka, dengan Morgan Rogers menjadi prioritas utama di musim panas ini.

The Gunners juga ingin memperkuat lini tengah dan telah melakukan pembicaraan awal dengan perwakilan Bruno Guimaraes.

Newcastle bersikeras bahwa sang gelandang tidak dijual, namun laporan menyebutkan bahwa Arsenal telah melakukan pendekatan verbal sekitar £55 juta kepada perwakilannya.

Seperti Rogers, Guimaraes sudah terbiasa dengan intensitas Liga Premier dan akan menambah kekuatan fisik di tim Arsenal.

Dengan Arsenal yang terbuka untuk menjual Christian Norgaard musim panas ini, mendatangkan gelandang baru menjadi cara untuk memperkuat dasar skuad sekaligus meningkatkan kualitasnya.

Declan Rice telah berjuang melawan nyeri saraf di bagian hamstring selama enam bulan dan perlu dikelola dengan hati-hati, terutama di awal musim depan setelah Piala Dunia.

Guimaraes kemungkinan besar akan berperan sebagai gelandang nomor 8, membebaskan Zubimendi untuk mengisi posisi Rice sebagai gelandang bertahan terdalam.

Myles Lewis-Skelly juga akan mendapatkan menit bermain, dan kehadiran Guimaraes tidak akan menghambat prospeknya dalam jangka panjang seperti halnya jika Arsenal mendatangkan Ayyoub Bouaddi.

Gelandang asal Brasil itu juga bisa bermain berdampingan dengan Rice sebagai poros ganda di depan lini pertahanan, atau berperan lebih maju sebagai gelandang nomor 8 menyerang seperti yang dilakukan Granit Xhaka pada musim 2022-23.

Musim tersebut, yang menjadi musim pertama Arsenal benar-benar menantang gelar, ditandai oleh gaya bermain menyerang yang mengalir bebas dan penuh intensitas.

Xhaka memainkan peran penting sebagai gelandang kiri nomor 8, kadang membantu di posisi bek kiri, tapi juga sering melakukan penetrasi ke kotak penalti dan berkolaborasi dengan Gabriel Martinelli di sisi sayap.

Sejak saat itu, Arteta lebih berhati-hati dan lini tengah Arsenal menjadi lebih solid. Musim ini, duet Rice dan Zubimendi menjadi andalan yang jarang diganti.

Arteta kadang menggunakan dua gelandang bertahan, kadang memilih salah satu dari mereka untuk berperan sebagai nomor 8, namun tidak ada yang mampu memberikan dampak di sepertiga akhir lapangan seperti Xhaka.

Jika Arteta menginginkan lini tengah yang lebih tidak terduga dan berorientasi menyerang, Bruno Guimaraes bisa menjadi solusi.

Guimaraes mencetak sembilan gol di Liga Premier musim ini dan mencatat lima assist.

Ia akan memberikan ancaman ofensif yang lebih besar dibandingkan Zubimendi dan memiliki agresivitas defensif yang dibutuhkan untuk mendukungnya.

Sebagai gelandang nomor 8, kemampuan Guimaraes untuk menyerang ke kotak penalti juga akan membuka ruang bagi para winger Arsenal yang sering kesulitan ketika dijaga dua pemain lawan.

Musim ini, Arsenal terkadang kekurangan kualitas teknis dalam penguasaan bola. Mereka lebih banyak mengontrol permainan lewat struktur pertahanan yang solid daripada dominasi bola.

Guimaraes dapat membantu memperbaiki hal tersebut dengan kemampuan umpannya dalam membangun serangan tanpa mengorbankan intensitas permainan tanpa bola.

Arsenal tetap bertekad merekrut Morgan Rogers, yang bisa melengkapi trio gelandang yang tangguh secara fisik bersama Guimaraes dan Rice.

Jika Rogers dimainkan di sisi kiri, Martin Odegaard dapat mengisi posisi gelandang ketiga. Kombinasi ini akan menciptakan lini tengah yang lebih cocok untuk mendominasi penguasaan bola dibandingkan dengan yang ditunjukkan Arsenal pada sebagian besar musim ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.