Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Dua Kali, Mengarah ke Kali Putih
Hari Susmayanti June 27, 2026 09:14 AM

Gunung Merapi meluncukan guguran lava pijar sebanyak dua kali dalam kurun waktu enam jam terakhir, terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB.

Luncuran lava pijar mengarah ke Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimal 2000 meter.

"Teramati 2 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter,"tulis dalam laporan harian yang dirilis oleh laman magma.esdm.go.id.

Dalam periode yang sama, tercatat aktivitas kegempaan di perut Gunung Merapi masih cukup tinggi.

Tercatat 19 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-23 mm dan lama gempa 28.32-215.71 detik.

Kemudian 1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 5 mm, dan lama gempa 7.93 detik.

Lalu 19 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-37 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 12.65-64.37 detik.

Serta 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3-27 mm, dan lama gempa 10.43-32.4 detik.

Rentetan gempa itu menunjukan suplai magma masih terus berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Sementara secara visual, puncak gunung tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Cuaca mendung, angin tenang ke arah barat.
 
Suhu udara sekitar 17.9-20.5°C. Kelembaban 96-96.1 persen. Tekanan udara 873.6-917.3 mmHg.

Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus level III.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.