MASSIF 2026 Kantongi Komitmen Investasi Rp57 Miliar, Kota Magelang Dorong Ekonomi Inklusif
Hari Susmayanti June 27, 2026 09:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang membidik percepatan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan investasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam gelaran Magelang Investment and Business Forum (MASSIF) 2026 di Hotel Atria Magelang, Kamis (25/6/2026), yang menghasilkan 12 Letter of Intent (LoI)dengan total rencana investasi sekitar Rp 57 miliar.

Forum bertema “Unlocking Investment Opportunity in Magelang City” itu mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, perbankan, akademisi, dan mitra pembangunan untuk membuka peluang kerja sama sekaligus memperkuat daya saing investasi daerah.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, dalam sambutannya yang dibacakan oleh PJ Sekda Kota Magelang, Larsita menegaskan investasi harus dimaknai lebih dari sekadar masuknya modal, tetapi menjadi instrumen untuk menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.

“Setiap peluang yang berhasil diwujudkan menjadi investasi sesungguhnya adalah langkah untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, dan memperluas kesejahteraan masyarakat,” katanya.

sekitar 20 UMKM dari Paguyuban UMKM Sehati dan UMKM Mega Tidar
sekitar 20 UMKM dari Paguyuban UMKM Sehati dan UMKM Mega Tidar sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Magelang terus memperkuat iklim usaha melalui kemudahan perizinan, peningkatan kualitas layanan publik, kepastian hukum, dan transformasi digital.

Larsita, menekankan investasi harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha lokal.

“Pembangunan yang inklusif hanya bisa tercipta ketika usaha besar dan usaha kecil bergerak selaras, saling menopang, dan bertumbuh bersama. Investasi tidak boleh berjalan sendiri,” ujarnya.

Baca juga: Wali Kota Damar Ajak Anak PMKS Kota Magelang Tetap Sekolah dan Percaya Masa Depan Bisa Diubah

Kepala DPMPTSP Kota Magelang, Candra Wijatmiko Adi, mengatakan MASSIF menjadi strategi daerah untuk menjaga sekaligus memperluas investasi yang masuk ke Kota Magelang.

“Yang sudah berinvestasi kami dorong untuk berkembang, sementara investor baru kami harapkan tertarik masuk dan merealisasikan investasinya di Kota Magelang,” katanya.

Dari total 12 LoI yang ditandatangani, penandatanganan simbolis dilakukan oleh tiga calon investor yakni Yayasan Al Abidin Surakarta di sektor pendidikan dan sosial, PT Daya Indah Nawasema di bidang peralatan rumah tangga, serta PT Pulung Property Jaya Abadi di sektor properti.

Selain forum investasi, MASSIF 2026 juga melibatkan sekitar 20 UMKM dari Paguyuban UMKM Sehati dan UMKM Mega Tidar sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.

MASSIF 2026 Kantongi Komitmen Investasi Rp57 Miliar
Pemkot Magelang turut memberikan penghargaan kepada pelaku usaha terbaik tahun 2026. Kategori usaha besar diraih PT Karanganom Sinar Abadi/Artotel Laguna Hotel, usaha menengah PT Trio Hutama, usaha kecil CV Kartika Pulau Mas, dan usaha mikro diraih pelaku usaha percetakan Jauhari.

Pada kesempatan tersebut, Pemkot Magelang turut memberikan penghargaan kepada pelaku usaha terbaik tahun 2026.

Kategori usaha besar diraih PT Karanganom Sinar Abadi/Artotel Laguna Hotel, usaha menengah PT Trio Hutama, usaha kecil CV Kartika Pulau Mas, dan usaha mikro diraih pelaku usaha percetakan Jauhari.

Melalui forum ini, Pemkot Magelang berharap komitmen investasi yang telah terbangun dapat berlanjut menjadi realisasi usaha yang mampu membuka lapangan kerja, memperkuat sektor ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.