Ternyata Ruly Pejabat Bangkalan yang Tewas Dalam Mobil di Bandara Punya Karir Moncer, Ini Jejaknya
Musahadah June 27, 2026 10:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Terungkap jejak karir moncer Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan yang ditemukan tewas dalam mobil dinas yang terparkir di area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo pada Sabtu (20/6/2026). 

Ternyata sebelum menjabat sebaagi Sekretaris Dinas PRKP, Ruly pernah menduduki jabatan penting di Pemkab Bangkalan. 

Kepala Dinas (Kadis) PRKP Pemkab Bangkalan, Roniyun Hamid, mengungkapkan, Ruly lebih dulu masukm ke PRKP dibanding dia. 

Roniyun baru menjabat sebagai Kepala Dinas PRKP enam bulan lalu, sementara Ruly sudah hampir 1,5 tahun. 

Ruly masuk gerbong mutasi pertama di bawah kepemimpinan Bupati Bangkalan Lukman Hakim.

Baca juga: Gelagat Pria Bermasker Tinggalkan Jasad Ruly dalam Mobil di Parkiran Bandara Juanda, Kabur Naik Ini

Sebelumnya, Ruly menjabat kepala bidang di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpo) Pemkab Bangkalan.

Diakui Roniyun, meski Ruly sudah 1,5 tahun menjabat sebagai Sekretaris Dinas PRKP, namun dia tidak biasa menggunakan mobil dinas Innova hitam M 1090 GP yang dipakainya saat dia tewas.    

Ruly biasanya memakai mobil Brio merah miliknya.  

"Jadi ketika Rabu kemarin dapat informasi awal tentang nopol M 1090 GP, saya masih bingung karena tidak hafal dan bertanya ke beberapa staf. Tapi benar itu kendaraan dinas sekretaris, almarhumah tidak pernah membawanya karena bodi Innova terlalu bongsor, Bu Ruly biasa Brio warna hitam," jelas Roniyun.

Roniyun menegaskan, Ruly ke luar kota tidak sedang dalam perjalanan dinas. Bahkan dia tidak pamit mau ke luar kota.  

"Tidak berpamitan ke luar kota, penugasan kantor juga tidak," terang Kadis PRKP Bangkalan Roniyun Hamid. 

Keberadaan mobdin Innova diketahui pihak keluarga dan Roniyun sedang terparkir dan berisikan jasad Ruly pada Rabu (24/6/2026). 

Innova berwarna hitam itu diketahui dari rekaman CCTV, masuk loket parkir bandara pada Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB.

Kendaraan dinas level jabatan sekretaris di lingkungan instansi Pemkab Bangkalan itu, kini dalam pangamanan Posek Sedati, Polres Sidoarjo sebagai barang bukti. 

"Mobil dinas itu sekarang masih di Juanda untuk barang bukti. Setelah nanti ada informasi dari pihak kepolisian, kami akan berkomunikkasi untuk mengambil mobil tersebut," ungkap Kepala Dinas (Kadis) PRKP Pemkab Bangkalan, Roniyun Hamid, Jumat (26/6/2026). 

Diduga DIbunuh di Lokasi Lain

Kuasa hukum keluarga Ruly, Risang Bima Wijaya menduga perempuan berusia 50 tahun ini dibunuh di lokasi lain di luar Bandara Juanda, Sidoarjo. 

Hal itu berdasarkan rekaman CCTV, mobil dinas bernomor polisi M 1090 GP itu masuk ke area bandara pada Sabtu (20/06/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dengan dikemudikan oleh seorang pria bermasker.

"Kami memiliki dugaan bahwa peristiwa penghilangan nyawa terjadi di luar bandara. Kami tidak ingin mendahului penyidik dari kepolisian," kata Risang.

Karena itu, Risang menduga bahwa lokasi ditemukannya jenazah RYS di dalam mobil dinas pada Rabu (24/06/2026), bukan merupakan lokasi terjadinya peristiwa yang menyebabkan RYS meninggal.

"Dugaan kami, saat masuk ke bandara, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Waktu masuk ke bandara, yang mengendarai bukan korban, melainkan seorang pria bermasker dan menggunakan kacamata," tuturnya.

Dugaan itu diperkuat fakta sebelum ditemukan tewas, Ruly sempat terdeteksi berada di Kota Batu. 

Saat itu, Ruly sempat meminta dokumen keluarga untuk difoto dan dikirimkan kepadanya.

"Sempat meminta beberapa dokumen kepada keluarga untuk difoto dan dikirim, seperti Kartu Keluarga, untuk keperluan tertentu," kata Risang, Jumat (26/6/2026).

Hanya saja, keperluannya apa, Risang tidak bisa mengungkapkan. 

Sementara itu, Polresta Sidoarjo masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian RYS yang ditemukan di dalam mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono mengatakan, kepolisian masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan berbagai data pendukung dan memeriksa sejumlah saksi.

"Kami dari pihak kepolisian, khususnya Polresta Sidoarjo, masih terus melakukan pendalaman, mengumpulkan data-data, dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," pungkas Novi.

Ciri-ciri pria bermasker yang membawa jasad Ruly

Pria bermasker ini terungkap dalam rekaman CCTV loket masuk parkir bandara pada Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB.

Tak ada orang lain di mobil dinas itu, selain almarhumah Ruly dan pria bermasker yang duduk di belakang kemudi. 

Risang Bima Wijaya mengungkap ciri-ciri pria bermasker putih itu memakai kacamata minus, rambut rapi tipis kanan-kiri, kulit putih, dan mengenakan arloji pada pergelangan tangan kiri.

Rekaman CCTV itu juga menampilkan sosok pria bermasker ini ke luar mobil seorang diri, lalu pindah ke kendaraan lain.  

Baca juga: Pesan Terakhir Ruly Sebelum Ditemukan Tewas dalam Mobil di Bandara Juanda, Keluarga Bantah Hamil

"Orang itu berpindah ke kendaraan lain, kendaraan umum. Ke mana pria itu pergi, saat ini masih ditelusuri. Mudah-mudahan perkara ini lekas terungkap," kata Risang. 

Risang memastikan pihak keluarga tidak mengenal sosok pria bermasker tersebut.  

"Karena sebetulnya, meski wajahnya ditutupi masker sudah bisa diketahui. Tapi, keluarga tidak mengenal gerak-gerik pria di CCTV, tidak kenal," papar Risang. 

Dugaan Korban Tindak Pidana

SAKSI BISU - Kendaraan operasional Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Ruly Yunis Setiawati dengan nopol M 1090 GP menjadi perhatian publik dan beredar luas di media sosial setelah mengeluarkan bau tidak sedap di area parkir terminal Bandara Juanda pada Rabu (24/6/2026) pukul 1.30 WIB. Petugas bandara menemukan jenazah Ruli Yunis dalam mobil dinas tersebut.
SAKSI BISU - Kendaraan operasional Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Ruly Yunis Setiawati dengan nopol M 1090 GP menjadi perhatian publik dan beredar luas di media sosial setelah mengeluarkan bau tidak sedap di area parkir terminal Bandara Juanda pada Rabu (24/6/2026) pukul 1.30 WIB. Petugas bandara menemukan jenazah Ruli Yunis dalam mobil dinas tersebut. (istimewa)

Dugaan adanya tindak pidana di balik tewasnya Ruly Yunis Setawati, kini semakin kuat. 

Hal ini setelah hasil visum terhadap perempuan 50 tahun itu ditemukan luka robek pada telinga kiri yang diduga akibat benturan atau kekerasan benda tumpul.

Selain itu, visum yang dilakukan tim forensik rumah sakit Bhayangkara di Porong, Sidoarjo tersebut juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata korban.  

Sedangkan terkait kondisi perut korban yang membesar, diduga akibat proses pembusukan jenazah.

Karena dari hasil pemeriksaan memang seluruh organ tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan.

“Perut yang membesar itu bukan karena kehamilan. Tapi akibat proses pembusukan pada jenazah,” kata Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, Kamis (25/6/2026).

Dari hasil visum yang dilakukan tim forensik, diduga saat ditemukan itu korban sudah meninggal sekira dua sampai tiga hari.

Hal ini yang membuat tubuhnya sudah membengkak alias mengalami pembusukan hingga mengeluarkan bau tidak sedap. 

Hal ini menguatkan dugaan korban sudah meninggal saat dibawa masuk ke area parkir Bandara Juanda. 

Sebelumnya, mobil dinas terekam CCTV loket masuk parkir bandara pada Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB, sementara jenazah Ruly baru ditemukan pada Rabu (24/6/2026). 

Fakta ini juga sesuai dengan prediksi kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya.

Sebelumnya Risang menyebut kemungkinan RYlu sudah meninggal di luar lalu dibuang ke bandara Juanda.  

Risang juga membeberkan dua kemungkinan atas peristiwa meninggalnya ibu Ruly dalam mobil dinas operasional PRKP Pemkab Bangkalan.

Pertama, kematian wajar bisa dimungkinan dengan serangan jantung dan meninggal dunia.

Kemungkinan kedua, lanjut Risang, ada suatu hal dengan kematian tidak wajar seperti dibunuh atau seperti apa dan dibuang di Bandara Juanda.  

"Tetapi kalau persitiwa pidana sudah pasti ada karena orang yang menyetir almaruhumah pasti tergambar di CCTV tiket Bandara Juanda. Mobil masuk bandara pada Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB. Kemungkinan korban meninggal dunia di luar, jadi ke bandara hanya untuk dibuang," beber Risang.  

Untuk keperluan penyelidikan, sejumlah barang milik Ruly telah disita pihak kepolisian untuk dijadikan barang bukti.

Mulai dari KTP, handphone, dompet, hingga gambar CCTV sudah berada di pihak penyidik.  

"Barang yang tidak ditemukan, tetapi belum tentu hilang atau belum tentu diambil, adalah gelang dan kalung, tidak ada di leher dan lengan tangan. Bisa jadi itu sudah dimasukkan tas," pungkasnya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.