TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sanksi FIFA Semen Padang FC bermula dari laporan seorang pemain asing yang kontraknya diputus pada paruh pertama musim lalu.
Meski mendapat larangan mendaftarkan pemain baru selama tiga periode bursa transfer, manajemen memastikan persoalan tersebut akan segera diselesaikan.
Manajemen Semen Padang FC memastikan sanksi larangan mendaftarkan pemain baru yang dijatuhkan FIFA akan selesai sebelum proses pendaftaran pemain untuk Liga 2 musim 2026/2027 dibuka.
Sanksi tersebut diumumkan FIFA melalui situs resminya.
Manajer Semen Padang FC, Braditi Moulevey, memastikan manajemen tengah menyelesaikan persoalan tersebut sehingga tidak akan mengganggu proses pendaftaran pemain baru.
"Terkait sanksi FIFA, kami pastikan sebelum pendaftaran pemain baru dibuka, sanksi ini sudah selesai," kata Braditi Moulevey kepada TribunPadang.com, Sabtu (27/6/2026).
Baca juga: Nekat Kembali Jualan Sabu, Mantan Residivis di Sijunjung Ditangkap Polisi di Pasar
Braditi menjelaskan proses pendaftaran pemain Liga 2 masih cukup panjang sehingga pihaknya memiliki waktu untuk menuntaskan penyelesaian sanksi tersebut.
"Permasalahan sanksi FIFA ini kan masih ada waktu. Kita tunggu saja, pasti kita selesaikan," tegasnya.
Hingga kini, Semen Padang FC telah memperkenalkan sejumlah pemain baru yang akan menjadi bagian dari skuad musim depan untuk mengarungi Liga 2.
Mereka adalah Ikram Al Giffari, David Maulana, Dikri Yusron, Erwin Gutawa, Muhammad Rahmat, Iqbal Bachtiar, Ariyanto Maring, Firman Juliansyah, Otto Kapisa, Muhammad Hargianto, Irvan Mofu, Esteban Vizcarra, Andre Pangestu, Bagas Kafa, Agim Fariansyah, Nurdiansyah, Muh Ilham Pratama, Gian Zola, Muhammad Anwar Rifai, dan Novri Setiawan.
Kehadiran para pemain tersebut menjadi bagian dari upaya Semen Padang FC membangun kekuatan tim demi mewujudkan target promosi kembali ke Liga 1 pada musim 2027/2028.
Baca juga: Imbas Suporter Lempar Sepatu dan Nyalakan Flare, Semen Padang FC Didenda Rp90 Juta
Semen Padang FC dijatuhi sanksi denda total Rp90 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat dua pelanggaran yang terjadi saat menghadapi Persebaya Surabaya pada kompetisi Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Mei 2026.
Sanksi tersebut merupakan hasil sidang Komdis PSSI yang digelar beberapa waktu lalu.
Komdis menilai Semen Padang FC lalai dalam mengendalikan perilaku suporternya, baik saat pertandingan berlangsung maupun setelah laga berakhir.
Pelanggaran pertama terjadi pada menit ke-69 ketika seorang suporter dari tribun melempar sepatu ke arah asisten wasit.
Baca juga: Semen Padang FC Siapkan 35 Pemain untuk Liga 2, Bidik Juara dan Promosi ke Liga 1
Tindakan tersebut dinilai membahayakan perangkat pertandingan dan mencederai prinsip fair play sehingga Komdis menjatuhkan denda sebesar Rp30 juta.
Pelanggaran kedua terjadi setelah pertandingan usai.
Saat bus tim Semen Padang FC meninggalkan stadion, sekelompok suporter menyalakan flare di luar area stadion.
Insiden itu membuat Kabau Sirah kembali dijatuhi sanksi denda sebesar Rp60 juta.
Dengan demikian, total denda yang harus dibayarkan Semen Padang FC mencapai Rp90 juta.
Laga tersebut sendiri berakhir dengan kekalahan telak Kabau Sirah 0-7 dari Persebaya Surabaya.
Manajer Semen Padang FC, Braditi Moulevey, membenarkan adanya sanksi tersebut.
Ia memastikan manajemen akan memenuhi kewajiban membayar denda yang dijatuhkan Komdis PSSI.
"Ya, denda itu akan dibayar oleh manajemen," kata Braditi Moulevey kepada TribunPadang.com, Jumat (26/6/2026).
"Sudah kita bahas terkait itu dan nantinya pasti akan kita bayar," ujarnya.
Meski sanksi tersebut dijatuhkan atas pelanggaran saat masih berlaga di Liga 1 musim lalu, Semen Padang FC kini telah mengalihkan fokus untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Braditi mengungkapkan para pemain Kabau Sirah telah mulai berkumpul di mess tim yang berada di Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.
"Sejak kemarin pemain sudah mulai masuk di mess dan akan terus berdatangan. Saat masuk ke mess mereka juga menjalani pemeriksaan kesehatan," katanya.
Setelah seluruh pemain berkumpul, tim akan menjalani latihan perdana di bawah arahan Pelatih Kepala Nilmaizar.
"Pemain akan segera latihan setelah semuanya berkumpul," tegasnya.
Menurut Braditi, Semen Padang FC akan diperkuat 35 pemain musim ini yang terdiri atas perpaduan pemain muda dan senior.
"Untuk musim ini total ada 35 pemain. Itu merupakan kombinasi pemain muda dan senior," jelasnya.
Jumlah tersebut dipilih untuk mengantisipasi padatnya jadwal kompetisi.
"Di Liga 2 nanti ada 28 pertandingan, ditambah Piala Liga sekitar 10 pertandingan. Karena itu kami memaksimalkan kuota menjadi 35 pemain," ujarnya.
Ia juga menyebut regulasi Liga 2 musim ini mewajibkan setiap klub memainkan dua pemain U-21 dalam setiap pertandingan.
"Pemain muda akan kita maksimalkan menit bermainnya. Itu juga sesuai regulasi pemain U-21 yang wajib dimainkan dalam setiap pertandingan," jelasnya.
Selain itu, Semen Padang FC akan menggunakan tiga pemain asing sesuai regulasi serta dua pemain naturalisasi.
"Untuk pemain asing musim ini ada tiga orang sesuai regulasi liga. Dan dua orang pemain naturalisasi," katanya.
Braditi berharap persiapan yang dilakukan lebih awal mampu meningkatkan chemistry tim sehingga target promosi ke Liga 1 sekaligus menjadi juara Liga 2 dapat tercapai.
"Kita berharap dengan persiapan lebih awal ini chemistry tim semakin baik sehingga bisa lolos ke Liga 1 dan menjadi juara Liga 2. Karena itu kita mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari," tegasnya.
Ia menambahkan, manajemen juga telah menyiapkan seluruh fasilitas penunjang, mulai dari mess, tempat latihan, stadion hingga fasilitas nonteknis lainnya untuk mendukung performa tim sepanjang musim. (*)