1 Dokumen yang Diminta Ruly ASN Bangkalan ke Keluarga Sebelum Tewas, Lokasi sempat Terlacak di Batu
Arie Noer Rachmawati June 27, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Permintaan Kartu Keluarga (KK) yang diajukan Ruly Yunis Setiawati (50), ASN Bangkalan kepada keluarganya menjadi salah satu hal yang kini menjadi sorotan dalam penyelidikan kasus kematiannya tersebut.

Sebelum ditemukan tewas di dalam mobil dinas yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Ruly diketahui sempat menghubungi keluarga dan meminta agar dokumen penting, termasuk Kartu Keluarga (KK), difoto lalu dikirim kepadanya.

Informasi itu disampaikan kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya.

Menurutnya, permintaan tersebut disampaikan Ruly untuk keperluan tertentu, meski hingga kini belum diketahui secara pasti tujuan penggunaan dokumen tersebut.

Selain itu, hasil penelusuran menunjukkan Ruly sempat terdeteksi berada di Kota Batu dan Kabupaten Malang sebelum akhirnya korban ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan dinasnya.

"Sempat meminta beberapa dokumen kepada keluarga untuk difoto dan dikirim, seperti Kartu Keluarga, untuk keperluan tertentu," kata Risang Bima Wijaya, kuasa hukum keluarga, Jumat (26/6/2026), dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Ruly Pejabat Bangkalan yang Tewas di Bandara Juanda Ternyata Tak Biasa Kendarai Mobdin saat Berdinas

Fakta tersebut membuat keluarga mempertanyakan rangkaian kejadian yang dialami korban sebelum ditemukan tidak bernyawa. 

Kuasa hukum keluarga pun menduga Ruly tidak meninggal di lokasi tempat mobil ditemukan.

Menurut Risang, terdapat dugaan korban lebih dulu menjadi korban tindak pidana di lokasi lain, kemudian jasadnya dipindahkan ke area parkir Bandara Juanda.

Dugaan itu kini menjadi salah satu hal yang diharapkan dapat didalami oleh penyidik.

Sebab, berdasarkan rekaman CCTV, mobil dinas bernomor polisi M 1090 GP itu masuk ke area bandara pada Sabtu (20/06/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dengan dikemudikan oleh seorang pria bermasker.

"Kami memiliki dugaan bahwa peristiwa penghilangan nyawa terjadi di luar bandara. Kami tidak ingin mendahului penyidik dari kepolisian," kata Risang.

Karena itu, Risang menduga lokasi ditemukannya jenazah RYS di dalam mobil dinas pada Rabu (24/06/2026), bukan merupakan lokasi terjadinya peristiwa yang menyebabkan RYS meninggal.

"Dugaan kami, saat masuk ke bandara, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Waktu masuk ke bandara, yang mengendarai bukan korban, melainkan seorang pria bermasker dan menggunakan kacamata," tuturnya.

Baca juga: Tampang Rapi Pria Diduga Tinggalkan Jasad Ruly ASN Bangkalan di Mobil Dinas, Isi HP Korban Terungkap

Penyelidikan Masih Berlangsung

Sementara itu, Polresta Sidoarjo masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian RYS yang ditemukan di dalam mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono mengatakan, kepolisian masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan berbagai data pendukung dan memeriksa sejumlah saksi.

"Kami dari pihak kepolisian, khususnya Polresta Sidoarjo, masih terus melakukan pendalaman, mengumpulkan data-data, dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," pungkas Novi.

Baca juga: Pengakuan Keluarga Tentang Sosok Sopir di Mobil Dinas Ruly ASN Bangkalan, Isu Korban Hamil Terjawab

Biasa Pakai Brio Bukan Toyota Innova

Mobil dinas yang menjadi lokasi ditemukan jasad Ruly kini dalam pangamanan Posek Sedati, Polres Sidoarjo sebagai barang bukti. 

Roniyun baru enam bulan berada di lingkungan kantor PRKP sebagai kadis, sementara Ruly telah menjabat sebagai sekretaris lebih dari satu tahun.

Ruly masuk gerbong mutasi pertama di bawah kepemimpinan Bupati Bangkalan Lukman Hakim.

Sebelumnya, Ruly menjabat kepala bidang di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpo) Pemkab Bangkalan. 

"Jadi ketika Rabu kemarin dapat informasi awal tentang nopol M 1090 GP, saya masih bingung karena tidak hafal dan bertanya ke beberapa staf. Tapi benar itu kendaraan dinas sekretaris, almarhumah tidak pernah membawanya karena bodi Innova terlalu bongsor, Bu Ruly biasa Brio warna hitam," jelas Roniyun.

Baca juga: Fakta Baru Kematian Ruly Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, Ada Luka di Telinga Kiri, Perhiasan Hilang

Tidak Sedang Ada Penugasan  

Ruly meninggalkan rumah di Perum Lavender, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan pada Kamis (18/6/2026) pukul 10.00 WIB.

Malam sebelumnya, Rabu (17/6/2025), Ruly masih terlihat di Pendapa Agung dalam kesempatan Pisah Sambut Dandim 0829 Bangkalan. 

Sejak meninggalkan rumah pada Kamis, almarhumah Ruly baru menghubungi adik dan anak semata wayangnya melalui layanan video call, mengabarkan ada urusan di Malang, hingga share lokasi di sebuah toko buah di Pujon, Kabupaten Malang pada Jumat (19/8/2026) malam. 

Ruly mengatakan akan pulang pada Sabtu (20/6/2026), sebagaimana disampaikan kuasa hukum Risang Bima Wijaya.

Namun hari itu, mobil dinas tersebut terpantau memasuki loket parkir terminal Bandara Juadan pada pukul 16.00 WIB. 

"Tidak berpamitan ke luar kota, penugasan kantor juga tidak," terang Kadis PRKP Bangkalan Roniyun Hamid. 

Keberadaan mobdin Innova diketahui pihak keluarga dan Roniyun sedang terparkir dan berisikan jasad Ruly pada Rabu (24/6/2026). 

Jasad Ruly tiba di rumah duka, Gang Flamboyan 18 Perumda, Jalan Soekarno-Hatta Bangkalan pada Kamis (25/6/2026) pukul 00.30 WIB setelah hampir 6 jam dilakukan tindakan autopsi di RS Pusdik Bayangkara Porong. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.