Environmental Fest II di Palu Jadi Ajang Edukasi Perubahan Iklim, Ini Pesan DLH Sulteng
Regina Goldie June 27, 2026 12:23 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Environmental Fest II Tahun 2026 tidak hanya menjadi rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana mengedukasi masyarakat Sulawesi Tengah agar lebih siap menghadapi dampak perubahan iklim.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah, Wahid Irawan, mengatakan perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah nyata melalui edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Ini juga menjadi edukasi untuk masyarakat bagaimana menjaga lingkungan. Dalam rangkaian kegiatan ini juga, insyaallah besok ada edukasi mengenai perubahan iklim,” kata Wahid Irawan usai pembukaan Environmental Fest II di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (26/6/2026) malam. 

Menurut Wahid, edukasi tersebut diberikan karena masyarakat perlu memahami dampak perubahan iklim sekaligus mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapinya.

Baca juga: Environmental Fest II 2026 Resmi Dibuka, Wagub Reny Ajak Warga Sulteng Bersatu Jaga Iklim

Ia menyinggung kondisi cuaca yang belakangan terasa semakin panas, sebagaimana juga disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, dalam sambutannya.

“Seperti yang disampaikan Ibu Wakil Gubernur tadi, sekarang cuaca terasa sangat panas. Tentunya ini merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim. Maka apa yang harus dilakukan, itu yang perlu diedukasi kepada masyarakat kita,” ujarnya.

Wahid mengatakan edukasi lingkungan tidak hanya menyasar kalangan tertentu, melainkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah hingga orang dewasa.

“Baik masyarakat dari tingkat tapak, mulai anak sekolah sampai di tingkat dewasa. Itu tujuan dari kegiatan ini. Pertama untuk mengedukasi dan juga menghibur masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya yang ada di Kota Palu,” katanya.

Dalam sambutannya, Wahid menjelaskan Environmental Fest II merupakan puncak rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang dilaksanakan sepanjang Juni sebagai Bulan Aksi Lingkungan Hidup.

Selama sebulan terakhir, DLH Sulawesi Tengah telah menggelar berbagai kegiatan, di antaranya aksi bersih Pantai Talise yang berhasil mengangkut hampir tiga truk sampah, penanaman mangrove di kawasan Layana, hingga penyelenggaraan Environmental Fest II.

Baca juga: Persiapan HUT Banggai, 3 Pencuri Kabel di RTH Teluk Lalong Ditangkap

Menurutnya, festival tersebut menjadi wadah kolaborasi, edukasi, dan inovasi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Environmental Fest II Tahun 2026 menjadi sarana kolaborasi, edukasi, dan inovasi, sekaligus gerakan nyata bersama seluruh masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya milik Dinas Lingkungan Hidup, melainkan milik seluruh masyarakat Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Berbagai kegiatan disiapkan selama festival berlangsung, mulai dari pameran lingkungan, lomba mewarnai, lomba cerdas cermat antar-SMA, edukasi dan kampanye perubahan iklim, pendampingan pengisian pra-SIMPEL periode penilaian PROPER 2025-2026, lomba kreatif bertema lingkungan, hingga Fun Run 5K dan hiburan musik pada penutupan kegiatan.

Wahid berharap Environmental Fest II mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang dimulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja, komunitas, hingga dunia usaha.

“Kami ingin membangun budaya peduli lingkungan yang tumbuh dari keluarga, sekolah, tempat kerja, komunitas hingga dunia usaha. Maka saatnya kita bekerja untuk iklim,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.