BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pascakebakaran bangunan asrama Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman Ma’had Ba’abdu, Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru memberikan perhatian dengan menyerahkan bantuan.
Bantuan berupa sembako seperti beras, telur hingga minyak goreng kepada Ponpes yang terletak di Jalan RO Ulin, Loktabat Selatan, Banjarbaru Selatan, Banjarbaru ini diserahkan langsung oleh Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda.
Kapolres mengatakan kegiatan bakti sosial ini dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Selain itu, juga sebagai perhatian atas musibah kebakaran yang dialami ponpes beberapa waktu lalu.
Baca juga: Kebakaran di Gang Kasturi RT 19 Banjarmasin Ludeskan 2 Rumah, Warga Sebut Api Langsung Membesar
Di sela menyerahkan bantuan, dihadapan ratusan santri Ponpes Nurul Iman, Kapolres juga menyampaikan bahwa santri memiliki kesempatan untuk menjadi Anggota Polri.
“Jadi silakan kalau untuk informasi lebih lanjut nanti bisa ke Polres Banjarbaru di bagian SDM nanti dijelaskan. Jadi kalau secara tingkat SMU atau SMA, dengan ijazah itu nanti didaftarkan dan akan melalui tes-tes ataupun seleksi-seleksi yang akan dilaksanakan di tingkat Polres maupun tingkat Polda sampai ke Mabes Polri,” katanya.
Di sisi lain, Pengasuh Ponpes Nurul Iman Ma’had Ba’abdu, Habib Hasan Ba’abud, mengyampaikan ucapan terimakaish atas kehadiran Polri di Ponpes mereka setelah musibah kebakaran.
“Bahwasanya kami merasa gembira sekali. Saat kami ada musibah, ada orang-orang yang memberikan spirit seperti ini, sehingga kami tidak merasa sendiri. Kemudian, memberikan masukan, memberikan harapan, sehingga kemudian beban terasa berkurang,” katanya.
Habib Hasan juga mengungkapkan bangunan ponpes yang terbakar adalah beberapa kamar santri yang berada di lantai dua.
Baca juga: Kebakaran di Keraton Martapura Hanguskan Bangunan Klinik, Penyebab Belum Diketahui
Namun, untuk proses belajar-mengajar tetap dapat dilaksanakan di lantai satu dan musala. Sementara santria-santru yang kamarnya terdampak kebakaran, pindah ke lantai tiga bangunan.
“Kami kemudian kondisikan. Jadi untuk kebakaran itu, lantai dua yang kemudian tidak bisa dipakai. Kita ada lantai tiga, jadi untuk sementara ini kita fungsikan di lantai tiga, dan untuk belajar-belajar di lantai tiga. Untuk asrama juga sama, di lantai tiga,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)