60 Ribuan calon mahasiswa baru (camaba) di perguruan tinggi negeri (PTN) tak daftar ulang. Ini ragam alasannya.
Alasan camaba tak daftar ulang di PTN ini diungkapkan Ketua Umum Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 Eduart Wolok. Ini beberapa alasannya.
1. Uang Kuliah Tunggal (UKT)
"Memang ada beberapa yang terkait dengan UKT terutama yang mendapatkan KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) ya," kata Eduart di sela acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Pada KSTI hari pertama kemarin, Eduart juga telah menuturkan bahwa PTN sebenarnya telah berupaya memfasilitasi mahasiswa tersebut yang keberatan soal UKT. Misalnya dengan memberikan kelompok UKT yang lebih rendah sampai membantu mencarikan beasiswa.
"Tapi kalau pun memang penetapannya biasanya misalnya ada keberatan, kita masih membuka ruang untuk mahasiswa misalnya meminta keringanan dan sebagainya. Iya, kasih kesempatan," tegas Eduart.
2. Diterima di Luar Pulau, Biaya Mobilitas Tinggi
Eduart menambahkan, tantangan menjadi lebih besar bagi calon mahasiswa yang diterima di kampus lintas pulau. Misalnya, peserta asal Sumatera yang lolos di PTN Gorontalo tetapi tidak memenuhi syarat KIP Kuliah, sehingga harus menanggung biaya hidup dan perpindahan yang lebih besar.
"Tetapi memang agak lebih sulit kondisinya ketika dia lintas pulau. Jadi misalnya ada anak Sumatera lantas lulus di Gorontalo. Daftar lewat KIP-K tapi dia tidak eligible (jadi penerima KIP-K). Tentu agak lebih berat dia ke sana dibanding apabila dia lulus di Sumatera itu sendiri gitu. Sehingga kadang lulus, kursinya nggak diambil akhirnya dia memilih misalnya untuk lewat perguruan tinggi yang ada di Pulau Sumatera," katanya.
3. Kejar Prodi Impian Via Jalur Mandiri
Eduart juga mengatakan banyak peserta yang memilih tidak mengambil kursi PTN karena diterima di pilihan kedua, ketiga, atau keempat melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Di saat bersamaan, mereka tetap mengejar program studi pilihan pertama melalui jalur mandiri.
"Misalnya dia lulus di SNBT pilihan kedua, ketiga, atau keempat. Tapi dia tetap menginginkan pilihan satu dan akhirnya mengambil jalur mandiri," kata Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini.
Sebelumnya Eduart menjelaskan 60 ribuan camaba PTN yang tidak daftar ulang ini disebutnya sebagai total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur penerimaan PTN. Baik itu, jalur penerimaan nasional yakni SNBP dan SNBT, maupun mandiri yang digelar PTN.
"Jadi perlu diluruskan pertama, 60 ribu siswa yang tidak daftar ulang itu bukan dari satu jalur. Tapi, itu sebenarnya total, total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur," ungkapnya pada detikEdu usai acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026) ditulis Sabtu (27/6/2026).
Adapun jumlah mahasiswa yang tak daftar ulang Eduart belum mendata sepenuhnya. Ia masih menunggu seleksi mandiri selesai.
"Saat ini kan masih proses ya di mandiri jadi kita belum ini nanti kalau sudah ada data resminya, kita akan tulis," katanya saat dikonfirmasi ulang di JCC hari ini.





