Sarden kalengan sering menjadi pilihan praktis saat waktu memasak terbatas. Tinggal dipanaskan sebentar, lauk sudah siap disantap bersama sepiring nasi.
Kandungan penting seperti protein, kalsium, dan asam lemak omega 3 membuat sarden kalengan jadi salah satu andalan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Namun yang kerap terlupakan, sarden kalengan punya kandungan garam yang terbilang tinggi.
Natrium tidak hanya berasal dari garam, tetapi juga dari penyedap rasa, bahan pengawet, saus, kecap, serta berbagai bumbu yang digunakan selama proses pengolahan. Selain itu, natrium dalam bentuk garam juga ditambahkan untuk memperpanjang masa simpan.
Hal yang sering mengecoh adalah sarden kalengan tidak selalu terasa asin. Saus tomat pada sarden kalengan membuat cita rasanya lebih didominasi rasa gurih, manis, dan sedikit asam. Padahal, di balik rasa tersebut tersembunyi kandungan natrium yang cukup tinggi.
Karena tidak terasa asin inilah, sarden kalengan kerap luput dari perhitungan sumber asupan sodium. Padahal, satu kaleng sarden berukuran sekitar 155 gram dapat mengandung sekitar 800 mg natrium, tergantung merek dan jenis produknya.
Itu belum termasuk asupan sodium dari makanan lain, seperti siomay yang diam-diam juga tinggi garam. Masih ditambah lagi, sodium dari menu sarapan, makan siang, minuman, maupun camilan lain yang dikonsumsi pada hari yang sama.
Akibatnya, total asupan natrium harian dapat dengan mudah melebihi batas yang dianjurkan.





