TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kembali merekrut calon anggota baru.
Calon anggota baru kini mengikuti seleksi wawancara di Sekretariat AJI Makassar Jl Toddopuli X Nomor 24, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/6/2026).
Tahapan ini diikuti para peserta yang sebelumnya telah lolos seleksi administrasi.
Mereka yang menyeleksi calon anggota baru yaitu Reni Sri Ayu, Alwi Fauzi, Nurdin Amir, Edi Sumardi, Dian Muhtadiah Hamna, Didit Hariyadi, Andi Hajramurni, Ridwan Marzuki, Sahrul Ramadan, dan Gita Puspa Oktaviola.
Ketua AJI Makassar, Sahrul Ramadan, menyampaikan dalam proses seleksi para peserta digali pandangannya mengenai praktik jurnalistik, pentingnya independensi pers, serta komitmen mereka terhadap nilai-nilai yang dijunjung AJI Makassar.
Peserta juga diminta menceritakan latar belakang, pengalaman jurnalistik, hingga alasan ingin bergabung dengan AJI Makassar.
Baca juga: Diskusi AJI Makassar: Jurnalis Perempuan Hadapi Tekanan Berlapis, Perlu Ruang Aman di Redaksi
"Pertanyaan tidak hanya soal pengalaman, tetapi juga bagaimana peserta memandang profesi jurnalis dan tantangan kebebasan pers saat ini," kata Sahrul Ramadan.
Selain wawancara, panitia juga memberikan uji kepenulisan kepada seluruh calon anggota.
Tes tersebut menjadi bagian penting untuk melihat kemampuan dasar peserta dalam mengolah informasi menjadi tulisan yang runtut.
Ada tiga tema yang disiapkan dalam uji kepenulisan, yakni isu lingkungan, perempuan dan anak, serta hak asasi manusia (HAM).
"Ketiga tema dipilih merupakan isu-isu yang dekat dengan kerja-kerja jurnalistik dan menjadi perhatian AJI," ujar Sahrul.
Peserta diminta menyusun sebuah paragraf berdasarkan tema yang dipilih.
Penilaian tidak hanya berfokus pada tata bahasa, tetapi juga cara berpikir, sudut pandang, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas.
Seluruh rangkaian seleksi dirancang untuk melihat kesesuaian nilai-nilai calon anggota dengan prinsip-prinsip yang dijunjung AJI.
Termasuk independensi, profesionalisme, dan keberpihakan terhadap kebebasan pers.
Beberapa peserta mengaku tahapan wawancara menjadi pengalaman yang menantang karena mereka harus menjelaskan pandangan mengenai profesi jurnalis secara langsung di hadapan pewawancara.
"Proses ini membuat kami lebih banyak merefleksikan alasan bergabung dengan AJI dan tanggung jawab sebagai jurnalis," kata salah satu peserta, Rudi Salam.
Setelah wawancara, selanjutnya peserta akan mengikuti rangkaian tahapan lainnya yang telah ditentukan panitia. (*)