Diduga Depresi Berat Usai Diintimidasi DPRD, Almarhumah dr. Icha Tinggalkan Surat Wasiat
Eflin Rote June 27, 2026 04:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Suasana duka masih menyelimuti rumah duka almarhumah dr. Icha Pakaenoni di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang.

Paman kandung korban, Fabianus Banase mengungkapkan, usai peristiwa meninggalnya dr. Icha, keluarga menemukan dua unit telepon genggam serta satu lembar surat wasiat tulisan tangan almarhumah.

Namun ia mengaku tidak mengetahui persis isi surat tersebut lantaran seluruh barang milik korban telah diserahkan kepada penyidik kepolisian Polsek Kupang Tengah, Polres Kupang.

"Kami datang terlambat, karena kejadian tadi almarhumah sendiri dan ada temukan dua handphone dan satu surat. Semacam surat wasiat yang ia tulis dan surat itu ada di kepolisian," ujar om kandung almarhumah, Fabianus Banase di rumah duka, Jumat 26 Juni 2026.

Fabianus mengungkapkan, sebelum meninggal dunia, almarhumah diduga mengalami tekanan psikologis yang berat setelah mengaku mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Ia mengatakan perubahan perilaku dr. Icha mulai terlihat setelah peristiwa tersebut. 

Baca juga: Keluarga Sebut Dokter Icha Akhiri Hidup di Dalam Kamar, Sempat Depresi Diintimidasi Anggota DPRD TTU

Menurutnya, sosok yang selama ini dikenal ceria dan mudah bergaul berubah menjadi pendiam, tertutup, dan mengalami trauma.

Almarhumah beberapa kali menyampaikan rasa takut apabila harus kembali bertemu dengan tiga orang yang disebut telah menekan dirinya.

Bahkan, menurut keluarga, dr. Icha pernah menyampaikan dirinya lebih memilih mengorbankan diri agar rekan-rekan sejawatnya tidak mengalami perlakuan serupa.

Karena kondisi kejiwaannya semakin memburuk, almarhumah sempat menjalani perawatan di RS Leona TTU.

Selanjutnya, ia dibawa ke Kupang dengan harapan dapat memulihkan kondisi mentalnya.

"Ia dirawat kejiwaannya sejak kejadian di tanggal 15 hingga kemarin datang ke Kupang. Ia juga ingin ke Kupang karena tidak merasa nyaman disana," ujarnya.

Terkait dugaan intimidasi tersebut, keluarga mengaku telah melaporkan persoalan itu kepada Badan Kehormatan DPRD serta berkomunikasi dengan Ketua DPRD TTU.

Namun, menurut Fabianus, dua anggota DPRD yang dilaporkan membantah melakukan intimidasi dan menyatakan hanya berbicara dengan nada tinggi.

Fabianus berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan menyeluruh agar seluruh fakta yang melatarbelakangi meninggalnya dr. Icha dapat terungkap. (rey)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.