Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Kebakaran hutan melanda kawasan Hutan Lindung RTK 1 Gunung Rinjani, tepatnya di Bukit Pal Jepang dan Bukit Jaran Kurus, Desa Sapit, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat (26/6/2026).
Hingga Sabtu (27/6) Tim gabungan dari berbagai instansi masih berupaya memadamkan api yang telah menghanguskan sekitar 66 hektare kawasan hutan.
Kepala Seksi PHKSDAE BKPH Wilayah II, Lalu Iskandar, yang memimpin langsung operasi pemadaman, mengatakan kebakaran pertama kali terdeteksi di kawasan Hutan Lindung RPH Suwela, tepatnya di antara pal batas hutan B 1702 hingga B 1716.
"Kami menerjunkan personel gabungan yang terdiri dari Balai KPH Wilayah II sebanyak 25 orang, Polsek Suela 3 orang, Balai Dalkarhutla JabalNusra 9 orang, serta pengurus HKM 4 orang," kata Iskandar saat dihubungi, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, operasi pemadaman dimulai pada Jumat (26/6/2026) pukul 09.30 Wita diawali dengan apel gabungan. Personel kemudian dibagi menjadi tiga tim untuk menjangkau titik api melalui jalur yang berbeda.
Baca juga: Kebakaran Kembali Landa Bukit Pal Jepang di Lombok Timur, Api Masih Berkobar
Tim I bergerak melalui jalur Sembalun di bawah pimpinan Kepala Resort Sembalun, Supanedi, sedangkan Tim II melalui jalur Desa Sapit dan Tim III melalui jalur lainnya menuju lokasi kebakaran.
"Tim I tiba di titik api pukul 11.49 Wita, disusul Tim II sekitar pukul 14.00 Wita, dan Tim III sekitar pukul 16.55 Wita. Kami terus berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya berupa ranting pohon sambil membuat sekat bakar," jelasnya.
Menurut Iskandar, hingga pukul 16.30 Wita sebagian besar titik api berhasil dikendalikan. Namun, proses pemadaman terpaksa dihentikan sementara pada pukul 17.30 Wita karena kondisi mulai gelap dan akan dilanjutkan keesokan harinya.
"Tim yang terdiri dari Balai Dalkarhutla bersama saya masih melakukan penyisiran dan mendokumentasikan lokasi kebakaran menggunakan drone hingga pukul 19.40 Wita," tambahnya.
Berdasarkan data sementara, luas kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 66 hektare. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Untungnya tidak ada korban jiwa kebakaran kali ini," tuturnya.
Iskandar mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada ulah orang tidak dikenal (OTK), mengingat masih ditemukan aktivitas perburuan liar di sekitar kawasan RPH Suela. Selain itu, cuaca panas ekstrem yang berkepanjangan dan angin kencang turut mempercepat penyebaran api.
"Jenis vegetasi yang terbakar berupa savana atau ilalang kering, semak belukar, dan cemara. Medan dengan tingkat kemiringan terjal dan akses ekstrem yang sulit dijangkau menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman," tutup Iskandar.
(*)