Peringati 101 Tahun Pandji Wisaksana, 65 Pasien Jalani Operasi Katarak Gratis di RS Hermina Bogor
Vivi Febrianti June 27, 2026 03:18 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Gerakan Matahati dan PERDAMI menggelar Operasi Katarak Gratis di RS Hermina Bogor pada Sabtu (27/6/2026).

Operasi Katarak Gratis ini untuk memperingati almarhum Pandji Wisaksana yang tepat berusia 101 tahun.

Pandji Wisaksana sendiri dikenal sebagai Tokoh Filantropi Indonesia dan pendiri Gerakan Matahati.

Sepanjang hidupnya Ia sangat fokus di bidang kesehatan mata.

Operasi Katarak Gratis di RS Hermina Bogor ini juga bagian dari program Operasi Katarak Gratis 1.010 Mata.

Operasi Katarak ini nantinya akan dilakukan di  di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sambas, Pontianak, Pangkalpinang, Tanjung pandan dan Belitung Timur, Halmahera Timur, Padang, Batam, Muara Bungo, Gorontalo, serta Jakarta.

Anak dari Almarhum Pandji, Stephen Pandji Wisaksana mengatakan, saat ini sebanyak 65 orang yang menderita Katarak dioperasi di RS Hermina Kota Bogor.

Ia berharap, operasi ini akan terus berlanjut di berbagai daerah Indonesia.

"Saya berharap, ini merupakan acara yang terus berlanjut. Karena memang papa saya pada dasarnya itu sangat peduli mengenai kesehatan mata. Jadi, dia merasa bahwa seseorang jika bisa melihat kembali tentunya bisa kembali normal bekerja," kata Stephen kepada TribunnewsBogor.com di RS Hermina Bogor.

Katarak sendiri masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan.

Berbagai penelitian dan data kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 70–80 persen kasus kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak, padahal sebagian besar kasus tersebut dapat dipulihkan melalui tindakan operasi.

Setiap tahun diperkirakan muncul sekitar 250.000 kasus katarak baru, sementara jumlah operasi katarak yang dapat dilakukan secara nasional diperkirakan baru mencapai sekitar 180.000 tindakan per tahun. 

Kondisi ini menyebabkan masih banyak masyarakat yang harus menunggu untuk mendapatkan pelayanan operasi yang mereka butuhkan.

Melalui program ini, masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan operasi secara gratis oleh tim dokter spesialis mata yang berpengalaman. 

Selain tindakan operasi, pasien juga akan mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan kontrol pascaoperasi guna memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.

Direktur Utama RS Hermina dr. Muyi Ayoe Hapsari mengatakan, sebanyak 65 pasien mendapat penanganan gratis katarak di RS Hermina Bogor.

Pasien ini berasal dari Kota dan Kabupaten Bogor. Mereka mendapat informasi adanya Operasi Gratis Katarak dari media sosial.

Untuk kesiapan di RS Hermina sendiri yakni mulai dari tenaga kesehatan sampai kamar operasi.

"Kesiapannya tentunya tenaga kesehatan ya, tenaga kesehatan, terus alat, terus kamar operasi juga. Dan insyaallah ini terus terus berjalan, karena dengan target 1010 kan tidak harus habis hari ini ya perjalanannya," kata dr Muyi kepada TribunnewsBogor.com.

Pendaftar Operasi Gratis Katarak di RS Hermina Bogor sendiri ini mencapai 165.

100 orang diantaranya masih belum bisa dioperasi sebab tidak mengalami Katarak.

Mereka juga masih sakit dan kondisinya masih tidak memungkinkan.

Untuk yang dioperasi, akan ditangani selama 30 menit.

"Operasi itu bisa setengah jam, karena kan harus ditetesin mata setengah jam, sebelumnya lagi kita lihat lagi. Sebenarnya operasinya enggak lama. Setelahnya di-observasi, besok buka, ganti lihat jahitannya, itu sebenarnya selesai," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.