- Apa Itu Diabetes?
- Gejala Diabetes di Usia Muda 1. Bercak Kulit Gelap di Leher atau Ketiak 2. Mudah Tersinggung 3. Sugar Craving 4. Ruam Kulit 5. Penglihatan Tiba-tiba Kabur 6. Penurunan Berat Badan Tiba-tiba 7. Rasa Haus Berlebihan dan Mulut Kering 8. Mudah Lelah
- Pemicu Diabetes di Usia Muda
- Jenis-Jenis Diabetes 1. Diabetes Tipe 2 2. Prediabetes 3. Diabetes Tipe 1 4. Diabetes Gestasional
Diabetes yang dulu identik dengan kelompok usia lanjut kini semakin banyak ditemukan pada usia muda, bahkan anak-anak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyoroti perubahan gaya hidup modern sebagai salah satu pemicu utama lonjakan kasus tersebut.
Indonesia saat ini menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah pengidap diabetes terbanyak. Diperkirakan lebih dari 20 juta penduduk hidup dengan penyakit ini, dengan prevalensi mencapai 11,3 persen.
Hal yang lebih mengkhawatirkan, kasus diabetes pada anak dilaporkan meningkat hingga 70 kali lipat dalam satu dekade terakhir. Sementara itu, jumlah pengidap diabetes pada kelompok usia produktif di bawah 40 tahun juga terus menunjukkan tren peningkatan.
Apa Itu Diabetes?
Diabetes adalah penyakit yang terjadi ketika kadar gula darah (glukosa) terlalu tinggi. Kondisi ini dapat terjadi karena pankreas tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau bahkan tidak memproduksinya sama sekali, maupun karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Diabetes dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Glukosa merupakan sumber energi utama bagi tubuh yang berasal dari makanan dan minuman, terutama yang mengandung karbohidrat. Glukosa akan dibawa oleh aliran darah ke seluruh sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.
Agar glukosa dapat masuk ke dalam sel, tubuh membutuhkan bantuan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Insulin berperan seperti 'kunci' yang membuka jalan bagi glukosa untuk masuk ke dalam sel. Jika tubuh kekurangan insulin atau tidak dapat menggunakannya dengan baik, glukosa akan menumpuk di dalam darah sehingga menyebabkan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia).
Jika tidak dikendalikan, kadar gula darah yang terus tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, kerusakan saraf, gangguan penglihatan, hingga penyakit ginjal.
Gejala Diabetes di Usia Muda
Dikutip dari Times of India, berikut adalah gejala diabetes 'tak biasa' yang bisa muncul di anak muda.
1. Bercak Kulit Gelap di Leher atau Ketiak
Umumnya, bercak gelap ini sering dianggap sebagai kotoran, kondisi akibat gesekan, atau daki (kotoran). Namun, area kulit yang gelap di leher atau ketiak bisa saja tanda dari akantosis nigrikans, yang dikaitkan dengan resistensi insulin.
Bila kadar insulin terlalu tinggi, maka sel-sel kulit akan bereproduksi dengan cepat, sehingga menyebabkan kulit menjadi lebih tebal dan gelap.
2. Mudah Tersinggung
Ketika gula darah berfluktuasi, itu tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga otak. Hal ini membuat adanya perubahan suasana hati yang tiba-tiba, mudah tersinggung, atau bahkan kesedihan yang tidak dapat dijelaskan karena kadar glukosa yang tidak stabil.
3. Sugar Craving
Sugar craving adalah keinginan yang sangat kuat untuk mengonsumsi gula bahkan setelah makan. Ini bisa menjadi tanda-tanda bahwa insulin dalam tubuh tidak bekerja dengan baik.
Biasanya, setelah makan kadar glukosa akan stabil. Namun, ketika resistensi insulin berkembang, sel-sel tidak menyerap gula dengan baik, sehingga tubuh tetap menginginkan lebih.
4. Ruam Kulit
Gula darah yang tinggi dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi jamur untuk berkembang biak, terutama di area lembab seperti ketiak, selangkangan, atau di sela-sela jari tangan dan kaki.
Pada anak-anak muda, infeksi jamur yang berulang, rasa gatal yang tidak dapat dijelaskan, atau bercak merah mungkin dianggap sebagai masalah kulit ringan. Padahal, ini bisa menjadi tanda peningkatan kadar glukosa.
5. Penglihatan Tiba-tiba Kabur
Kadar gula darah yang berfluktuasi dapat memengaruhi lensa mata, mengubah bentuknya untuk sementara waktu, sehingga penglihatan akan kabur untuk sementara waktu dan nantinya kembali normal.
Bagi anak-anak muda yang terbiasa bekerja atau menghabiskan waktunya di depan layar handphone atau laptop, ini seringkali dianggap sebagai efek dari lamanya terpaku di layar.
6. Penurunan Berat Badan Tiba-tiba
Ketika tubuh tidak bisa mendapat energi dari gula (glukosa), tubuh mulai memecah otot dan lemak sebagai bahan bakar. Hal ini dapat menyebabkan penurunan berat badan tiba-tiba.
Pada anak-anak muda, ini mungkin dianggap sebagai perubahan yang positif. Padahal, penurunan berat badan yang tiba-tiba, terlebih disertai dengan kelelahan dan rasa haus bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius.
7. Rasa Haus Berlebihan dan Mulut Kering
Kelebihan glukosa dalam darah dapat menarik air dari jaringan, sehingga tubuh akan mudah dehidrasi. Ginjal jadinya akan bekerja lebih keras dalam membuang gula tersebut, sehingga rasa ingin buang air kecil juga akan meningkat. Kondisi ini biasanya akan disertai dengan mulut yang kering dan lengket.
8. Mudah Lelah
Saat glukosa tidak dapat diserap dengan baik oleh sel, tubuh tidak akan mendapatkan bahan bakar yang dibutuhkannya. Hal ini membuat seseorang akan merasa lelah terus menerus, bahkan setelah tidur atau istirahat.
Pemicu Diabetes di Usia Muda
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi, mengatakan peningkatan kasus diabetes tidak terlepas dari pola hidup masyarakat yang semakin kurang bergerak atau sedentari.
"Yang pasti satu, harus seimbang. Yang penting itu keseimbangan antara asupan dan aktivitas," kata Nadia dalam sesi bincang , Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, kemudahan yang ditawarkan teknologi dan layanan digital secara tidak langsung membuat aktivitas fisik masyarakat menurun drastis dibandingkan generasi sebelumnya.
"Kita naik diabetesnya karena kita tahu generasi muda sekarang sedentari dan apa-apa lebih mudah. Mungkin zaman saya kuliah kalau mau makan harus jalan kaki mencari warung. Kalau sekarang, warungnya datang dalam lima sampai 10 menit," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat kalori yang masuk ke tubuh tidak sebanding dengan energi yang dikeluarkan. Akibatnya, risiko kelebihan berat badan hingga obesitas meningkat, yang kemudian menjadi faktor penting munculnya diabetes tipe 2.
Selain kurang bergerak, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga menjadi perhatian. Nadia mengingatkan masyarakat perlu lebih bijak mengatur pola makan, terutama jika aktivitas fisik sehari-hari tergolong rendah.
"Kalau kita tahu aktivitas fisik kita kurang, asupan kita harus dibatasi. Dengan adanya informasi kandungan gizi pada makanan dan minuman, sebenarnya kita bisa mengatur diri untuk membatasi asupan," jelasnya.
Jenis-Jenis Diabetes
Terdapat beberapa jenis diabetes, di antaranya:
1. Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling umum. Pada kondisi ini, tubuh tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin (resistensi insulin). Penyakit ini paling sering terjadi pada orang dewasa, tetapi juga dapat dialami oleh anak-anak dan remaja.
2. Prediabetes
Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe 2. Tanpa perubahan gaya hidup, prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2.
3. Diabetes Tipe 1
Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak sel-sel penghasil insulin di pankreas. Sekitar 10 persen penyandang diabetes mengalami tipe ini. Diabetes tipe 1 umumnya didiagnosis pada anak-anak dan dewasa muda, tetapi dapat terjadi pada usia berapa pun.
4. Diabetes Gestasional
Diabetes gestasional adalah diabetes yang muncul selama kehamilan. Kondisi ini biasanya membaik setelah melahirkan. Namun, wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.





