Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Agenda hari kedua kunjungan maraton Presiden ke-7 RI, Joko Widodo ( Jokowi ), di Provinsi Lampung menjalar ke Kabupaten Pringsewu.
Baca juga: Di Balik Gelar Adat Jokowi "Baginda Pemuka Bangsa" Ada Filosofi Piil Pesenggiri
Setelah menjalani prosesi sakral penganugerahan gelar adat di Bandar Lampung dan membakar semangat kader parpol pada Sabtu pagi, titik koordinat safari Jokowi dijadwalkan bergeser ke Kabupaten Pringsewu pada Sabtu (27/6/2026) siang hingga sore.
Kedatangan sang mantan kepala negara ditujukan untuk meninjau langsung denyut nadi ekonomi kerakyatan di Sentra UMKM Maliosewu, kawasan yang selama ini moncer sebagai pusat wisata kuliner andalan masyarakat lokal.
Pantauan di lapangan, sejak Sabtu pagi, atmosfer di Pekon Bulukarto, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, sudah menunjukkan gairah yang tidak biasa.
Sentra UMKM Maliosewu yang sejatinya lebih hidup pada malam hari, mendadak telah dipadati oleh lautan manusia sejak matahari baru meninggi.
Warga dari berbagai penjuru pekon datang secara bergelombang, menciptakan kepulan debu tipis di area parkir dan riuh rendah obrolan di sepanjang jalur pedestrian.
Menyusuri area lapangan, sejauh mata memandang, koridor Maliosewu kini tampak lebih rapi dan bersolek. Lebih dari 150 stan pelaku UMKM berjajar membentuk formasi huruf U yang tertata apik.
Terpal-terpal peneduh berwarna-warni terpasang kokoh, melindungi aneka etalase kaca yang memajang ragam jajanan khas.
Aroma gurih dari minyak panas, kepulan asap pembakaran, hingga wangi manis adonan kue mulai menguar, memapar hidung setiap warga yang melintas di tengah penantian.
Aparat keamanan dari unsur TNI-Polri bersama Polisi Pamong Praja juga terpantau bersiaga di sejumlah titik strategis. Mereka sibuk mengatur alur pergerakan warga yang kian siang kian menyemut, memastikan lorong utama tetap steril demi kenyamanan rombongan kepresidenan.
Geliat persiapan visual ini rupanya bukan hasil kerja semalam. Dadang, salah seorang pedagang yang sudah tiga tahun setia mengais rezeki di Maliosewu, membeberkan bahwa seluruh elemen pedagang telah "tiarap" melakukan sterilisasi dan koordinasi ketat selama sepekan terakhir.
"Jarang-jarang tempat seperti ini dikunjungi Pak Jokowi. Selama seminggu terakhir kami beberapa kali berkumpul dengan pengurus untuk mempersiapkan semuanya, mulai dari tata tertib sampai pengamanan," urai Dadang sembari menata stoples dagangannya, Sabtu.
Di balik riuhnya kepulan asap dari wajan penggorengan tempatnya meracik cimol, otak-otak, dan basreng, Dadang menyimpan debar dada yang tak biasa.
Selama tiga tahun berjualan di lokasi tersebut, ia belum pernah sekalipun bertatap muka langsung dengan sosok Jokowi.
Baginya dan ratusan pedagang lain, kehadiran Jokowi bukan sekadar panggung tontonan biasa, melainkan secercah harapan agar sentra kuliner pinggiran ini bisa naik kelas ke kancah nasional.
Jika nanti barisan pengamanan melonggar dan ia beruntung mendapat kesempatan bersalaman, Dadang sudah menyiapkan untaian kalimat sederhana untuk dibisikkan ke telinga sang mantan presiden.
"Kalau bisa, Maliosewu terus diperhatikan. Karena UMKM ini menjadi mata pencaharian kami di sini. Harapannya mudah-mudahan kunjungan ini bisa memajukan UMKM yang ada di Maliosewu," pungkas Dadang penuh harap sembari melirik ke arah gerbang masuk yang kian dipadati warga.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)