Bu Mus Berpulang, Pariwisata Belitung Kehilangan Figur Inspiratif di Balik Wisata Laskar Pelangi
Fitriadi June 27, 2026 03:34 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG – Kepergian Muslimah Hafsari atau yang lebih dikenal sebagai Bu Mus, guru SD Muhammadiyah Gantung yang menjadi inspirasi tokoh dalam novel dan film Laskar Pelangi, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Belitung.

Tidak hanya dunia pendidikan, sektor pariwisata Belitung juga merasakan kehilangan sosok yang selama ini menjadi ikon sekaligus daya tarik wisata edukasi.

Pelaku pariwisata Belitung, Agus Pahlevi, mengatakan Bu Mus merupakan sosok yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Belitung melalui kisah Laskar Pelangi yang mendunia.

Baca juga: Buku Biografi A Story of Bu Muslimah Jadi Penghormatan Terakhir Tokoh Legendaris Laskar Pelangi

"Bu Mus itu orang yang sangat berdedikasi, terutama bagi pendidikan Belitung. Beliau merupakan sosok penting yang memberikan inspirasi bagi banyak orang," kata Agus kepada posbelitung.co pada Sabtu (27/6/2026). 

PEMAKAMAN BU MUS - Pemakaman tokoh pendidikan legendaris Belitung Timur, Muslimah Hafsari binti A. Kadir atau Bu Mus di TPU Cempaka, Desa Gantung, Belitung Timur, Sabtu (27/6/2026). Ratusan pelayat yang terdiri dari pihak keluarga, warga sekitar, hingga jajaran pejabat tinggi Pemkab Beltim turut mengantarkan jenazah sang inspirasi novel dan film Laskar Pelangi tersebut ke peristirahatan terakhirnya.
PEMAKAMAN BU MUS - Pemakaman tokoh pendidikan legendaris Belitung Timur, Muslimah Hafsari binti A. Kadir atau Bu Mus di TPU Cempaka, Desa Gantung, Belitung Timur, Sabtu (27/6/2026). Ratusan pelayat yang terdiri dari pihak keluarga, warga sekitar, hingga jajaran pejabat tinggi Pemkab Beltim turut mengantarkan jenazah sang inspirasi novel dan film Laskar Pelangi tersebut ke peristirahatan terakhirnya. (Dokumentasi Arief)

Menurutnya, booming film Laskar Pelangi telah memperkenalkan Belitung ke tingkat nasional hingga internasional.

Dalam kisah tersebut, sosok Bu Mus menjadi salah satu figur yang paling dikenal masyarakat sebagai seorang guru. 

Agus menuturkan, tidak sedikit wisatawan yang secara khusus ingin bertemu dengan Bu Mus saat berkunjung ke Belitung. Bahkan banyak di antara mereka yang datang untuk berbincang dan meminta nasihat bagi anak-anak mereka.

"Sosok Bu Mus ini menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang ke Belitung. Tidak sedikit wisatawan yang datang ke Belitung ingin bertemu beliau, berbincang langsung, bahkan meminta beliau memberikan arahan dan nasihat untuk anak-anak mereka," ungkapnya.

Baca juga: Kisah Kades Gantung Rayu Bu Mus Tokoh Legendaris Laskar Pelangi Agar Mau Diinfus

Oleh sebab itu, kata dia, para pelaku wisata turut merasakan kehilangan atas berpulangnya sosok yang selama ini menjadi bagian penting dari wisata edukasi di Belitung.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir kunjungan wisata edukasi ke Belitung terus meningkat, termasuk dari sekolah-sekolah internasional.

Banyak sekolah yang menjadikan kisah Laskar Pelangi sebagai bahan pembelajaran sebelum melakukan kunjungan ke Belitung.

"Di sekolah mereka, Laskar Pelangi menjadi salah satu topik pembelajaran untuk persiapan fun trip ke Belitung. Salah satu agenda yang selalu mereka nantikan adalah bertemu dengan Bu Mus," jelasnya.

Ia menambahkan, kabar duka tersebut juga telah disampaikan kepada sejumlah mitra yang selama ini mendukung program wisata edukasi di Belitung.

Bagi Agus dan para pelaku wisata, sosok Bu Mus akan selalu dikenang sebagai guru yang menginspirasi generasi muda Indonesia.

"Intinya, sampai kapan pun Bu Mus tetap menjadi guru bagi anak-anak Laskar Pelangi, tidak hanya di Belitung tetapi juga di Indonesia," katanya. (posbelitung.co/dede suhendar) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.