Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali
PENDONGENG Desri Susilawani dan tenaga pendidik Rusmanadi dari Bangka Belitung menorehkan sejarah di panggung nasional. Keduanya berhasil menjadi pemenang dalam Lomba Gala Cerita Rakyat Indonesia yang digelar Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia belum lama ini.
Gala Cerita Rakyat Indonesia merupakan program Kemenbud agar cerita rakyat Indonesia kembali dikenal, diceritakan, dan didokumentasikan lewat pendekatan digital.
Desri Susilawani, pendongeng yang bertugas di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sukses meraih emenang 1 nasional kategori umum lewat kisah Legenda Bukit Bejungor. Sementara itu, Rusmanadi, ASN yang juga guru SD di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, berhasil menjadi pemenang 1 pada kategori orang tua.
Keberhasilan Desri dan Rusmanadi menjadi kebanggaan bagi Negeri Serumpun Sebalai sekaligus membuktikan bahwa kekayaan cerita rakyat Bangka Belitung memiliki kualitas sehingga mampu bersaing di tingkat nasional.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia tak hanya kaya akan keberagaman bahasa, suku, makanan, dan tarian, tapi juga warisan budaya. Salah satunya adalah cerita rakyat yang turun-temurun disampaikan secara lisan oleh orang tua, kakek, nenek, hingga guru di sekolah.
Hampir semua daerah di Indonesia memiliki cerita rakyatnya masing-masing. Hal itu disebut legenda setempat, yaitu cerita yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat, atau bentang alam, serta asal-usul suatu daerah dan kampung.
Cerita yang mengandung kearifan lokal serta tradisi-tradisi dari suatu daerah ini hadir dalam berbagai versi. Meski begitu, cerita dasarnya tetap sama, terutama pada cerita-cerita yang bersifat sakral. Dan karena penyebarannya melalui lisan, cerita rakyat umumnya anonim.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut warisan budaya berupa cerita rakyat termasuk dalam bagian tradisi lisan. Fadli Zon yakin, dari Sabang sampai Merauke, masyarakat Indonesia diwariskan oleh nenek moyang berbagai cerita lisan. Tapi karena tidak tertulis lantaran terbatasnya media, banyak cerita ini kemudian tidak diketahui oleh masyarakat.
"Lebih banyak, saya yakin, yang diturunkan secara lisan, sebagai oral tradition, ketimbang yang ditulis, kelihatannya begitu. Salah satu kekayaan budaya kita dalam tradisi lisan adalah cerita dan cerita ini menurut saya bagian dari warisan budaya yang kadang-kadang kurang tersentuh," tuturnya dalam acara Apresiasi Gala Cerita Rakyat Indonesia di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Cerita rakyat bukan sekadar hiburan. Di dalamnya tersimpan nilai-nilai keteladanan, moral, dan kebijaksanaan yang selama berabad-abad diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Cerita rakyat memiliki peran penting untuk memperkokoh suatu kondisi masyarakat melalui nilai-nilai sosial dan budaya. Cerita rakyat dipenuhi balutan ajaran tentang etika, moral, dan ajaran kebaikan lainnya yang dapat menjadi pedoman bagi masyarakat.
Demikian pula dengan cerita rakyat yang berkembang di kalangan masyarakat Bangka Belitung sungguh banyak dan beragam. Hampir tiap daerah memiliki cerita rakyatnya masing-masing dan ini harus dilestarikan.
Tentunya untuk melestarikan tradisi ini diperlukan upaya sistematis dari pemerintah dan masyarakat untuk mengenalkan kembali cerita rakyat kepada generasi muda. Perlu langkah-langkah positif dan terobosan konkret. Bukan sekadar omong-omong di panggung acara seremonial yang menggelegar yang diriuhi tepuk tangan.
Cerita rakyat adalah warisan budaya takbenda yang berperan penting dalam membentuk identitas dan karakter bangsa Indonesia. Di tengah arus modernisasi, pelestarian tradisi ini membutuhkan perhatian dan upaya serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan generasi muda.
Dengan menjaga dan memanfaatkan dongeng serta cerita rakyat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, kita tidak hanya melestarikan warisan nenek moyang, tetapi juga memperkuat akar budaya yang menjadi fondasi keberagaman bangsa Indonesia. Mari kita jaga bersama kekayaan ini agar tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
Tentunya kita berharap prestasi yang ditorehkan Desri dan Rusmanadi menjadi motivasi bagi para penggiat literasi, pendongeng, guru, dan generasi muda untuk terus melestarikan budaya daerah melalui tradisi bertutur yang sarat nilai dan kearifan lokal.
Saatnya mencintai cerita rakyat negeri Serumpun Sebalai dan membumikankannya secara nyata.
Apakah cerita rakyat di daerah pembaca sudah banyak yang hilang ditelan zaman?
Ngeri kalau ini terjadi. (*)