Alasan Komnas Perempuan Anggap Kasus Penyekapan di Bandung Tak Masuk Kategori Penyiksaan
Ardhi Sanjaya June 27, 2026 05:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Komisioner Komnas Perempuan Sondang Frishka Simanjuntak menjelaskan alasan kasus penyekapan yang dialami perempuan berinisial YTR (29) di Bandung, Jawa Barat, tidak masuk kategori penyiksaan berdasarkan Konvensi Anti Penyiksaan Perserikatan Bangsa-Banga (PBB).

Sondang menjelaskan, definisi penyiksaan terdapat dalam Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, dan Merendahkan Martabat Manusia (Konvensi anti Penyiksaan), yang sudah diratfikasi oleh Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 5 tahun 1998.

"Menurut Konvensi PBB Menentang Penyiksaan, suatu tindakan disebut penyiksaan jika dilakukan dengan sengaja hingga menimbulkan penderitaan fisik atau mental yang berat," ujar Sondang saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (27/6/2026).

Penyiksaan itu bertujuan memperoleh pengakuan, menghukum, mengintimidasi, memaksa, atau mendiskriminasi seseorang, serta melibatkan pejabat negara, baik secara langsung maupun melalui persetujuan atau pembiaran.

 "Contohnya adalah aparat penegak hukum yang melakukan kekerasan untuk mendapatkan pengakuan dari tahanan," ujarnya.

Sondang menjelaskan, kekerasan yang dilakukan dapat berupa kekerasan fisik yakni memukul, menggunakan alat, atau kekerasan psikis seperti menempatkan orang dalam ruang gelap gulita tanpa suara.

 "Dapat juga tindakan berupa kekerasan seksual atau ancaman terhadap tahanan perempuan, demi untuk mendapatkan pengakuan," jelasnya.

Dengan demikian, kata Sondang, dapat dikatakan kategori penyiksaan jika unsurnya ada perbuatan yang menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Selain itu, perbuatan tersebut dilakukan dengan sengaja, dilakukan dengan tujuan tertentu untuk memperoleh informasi, pengakuan, menghukum, mengintimidasi atau diskriminasi.

"Dan ada pelibatan pejabat publik, baik atas perintah, hasutan, atau sepengetahuan, atau dalam istilah KP, kami sebut pembiaran," pungkasnya.

Diketahui, YTR adalah korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, yang kini sudah berstatus tersangka. Kasus yang menyita perhatian publik ini bermula dari pertemuan pelaku dan korban saat menonton konser pada 2023.

Setelah berkenalan dengan Taufik, YTR tidak pernah kembali ke rumah dan semakin sulit dihubungi keluarganya.

Selama hampir tiga tahun, korban diduga dibawa berpindah-pindah tempat tinggal di sejumlah wilayah di Bandung dan sekitarnya, sehingga keberadaannya tidak diketahui keluarga.

Kasus itu baru terungkap setelah keluarga menerima pesan dari nomor tidak dikenal pada Rabu (10/6/2026) malam yang mengabarkan bahwa YTR berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

YTR ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah diduga disekap dan disiksa oleh kekasihnya selama tiga tahun. Luka paling parah dialami YTR di bagian kepala dan wajah.

 Korban disebut mengalami bibir sobek, gangguan penglihatan, dan luka berat lain di wajah.

Adapun Taufik ditangkap di wilayah hukum Polresta Bandung, tepatnya di Majalaya, pada Selasa (23/6/2026) malam setelah sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.