TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI – Wagiman resmi terpilih sebagai Ketua Paguyuban Keluarga Wong Jowo (Pakuwojo) Kabupaten Teluk Bintuni periode 2026–2031.
Ia terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) I yang berlangsung penuh kekeluargaan di Pendopo Pakuwojo, Distrik Bintuni, Sabtu (27/6/2026).
Dalam pidato perdananya, Wagiman mengungkapkan rasa syukur sekaligus haru atas amanah yang diberikan oleh keluarga besar Pakuwojo.
Ia menegaskan bahwa organisasi yang telah berdiri selama 14 tahun ini harus terus dijaga dan dimajukan bersama.
“Organisasi ini kita rintis bersama, kita jaga bersama, kita ramaikan bersama, dan kita majukan bersama,” ujarnya.
Wagiman juga memberikan penghormatan kepada Ketua sebelumnya, Samsul Huda, serta para pendiri yang dinilainya telah bekerja keras membangun pondasi organisasi hingga memiliki pendopo sebagai rumah besar warga Jawa di Teluk Bintuni.
Ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga persatuan sesuai semboyan Roso Guyub.
Baca juga: Aksi Donor Darah Warnai HUT ke-14 Pakuwojo di RSUD Teluk Bintuni
“Kalau kita bersatu, kita akan kuat. Tetapi kalau kita terpecah, kita akan mudah dipatahkan,” tegasnya.
Musda turut dihadiri Wakil Ketua II DPRK Teluk Bintuni, Yasman Yasir.
Dalam sambutannya, ia mengajak warga Jawa untuk merangkul semua pihak demi menjaga persatuan.
“Kalau ada yang belum mau bergabung jangan dipaksakan, karena pada dasarnya kita semua tetap bersaudara,” katanya.
Yasman menekankan agar Pakuwojo tetap menjadi organisasi sosial kemasyarakatan, bukan organisasi politik. Ia mengapresiasi perkembangan paguyuban yang kini memiliki pendopo sebagai simbol kebersamaan warga Jawa di Teluk Bintuni.
“Persatuan keluarga Jawa di Teluk Bintuni sudah luar biasa. Sekarang sudah memiliki pendopo yang berdiri megah. Ini menjadi kebanggaan kita semua dan harus terus dijaga,” ujarnya.
Musda I Pakuwojo Teluk Bintuni menjadi momentum penting dalam memperkuat kebersamaan warga Jawa di daerah tersebut.
Baik ketua terpilih maupun tokoh masyarakat yang hadir sama-sama menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari perpecahan demi keberlangsungan organisasi.