Dua orang remaja berusaha menyelamatkan toko kue favorit mereka. Sempat tak dipercaya, keduanya kini sukses membuka kembali toko yang berusia 28 tahun tersebut.
Mempertahankan restoran yang sudah buka puluhan tahun bukan hal yang mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari biaya sewa yang tinggi sampai sepinya pembeli. Tetapi berpisah dengan pelanggan setia yang terus mendukung juga tak kalah sulit.
Namun berbagai tantangan, baik dari masalah produksi hingga penerus menjadi masalah lebih besar yang banyak dihadapi bisnis restoran keluarga. Salah satunya seperti Madeleine's Original Portuguese Egg Tart di Singapura.
Dilansir dari Must Share News (26/6/2026), restoran yang menjajakan egg tart ini sudah beroperasi sejak 1998. Banyak warga Singapura yang mengandalkan egg tartnya sebagai kudapan sehari-hari.
Baca juga: Awalnya Tak Minat, Kini Petani Sigi Panen Cuan Jualan Kopi Berkualitas
Sebuah toko egg tart legendaris ini awalnya sempat tutup setelah 26 tahun beroperasi. Foto: Must Share News
|
Sayangnya, pada 2024 keluarga pemilik restoran mantap untuk menutup permanen restoran tersebut. Tetapi setelah dua tahun tak lagi beroperasi, Madeleine's Original Portuguese Egg Tart tiba-tiba kembali muncul.
Kali ini mereka hadir dengan konsep baru di pusat perbalnjaan Aperia Mall, Singapura. Di balik kebangkitan Madeleine's ada sosok dua bersaudara, Benjamin Zachary Ong (22) dan Vernice Olivia Ong (18).
Zachary merupakan lulusan sekolah kuliner SHATEC, sementara Vernice masih menjalani kuliah psikologi dan memiliki hobi membuat kue. Keduanya tumbuh besar dengan menikmati Portuguese egg tart buatan Madeleine's.
Saat mengetahui toko favorit mereka akan tutup pada 2024, keduanya merasa sayang jika merek legendaris tersebut benar-benar menghilang. Sampai akhirnya ada investor yang mempertemukan Zachary dan VErnice dengan pemilik asli Madeleine's.
Baca juga: Antik! 5 Es Krim Tertua di Jakarta yang Masih Bertahan Sejak 1932
Sampai akhirnya diselamatkan oleh remaja kakak-beradik ini dan kembali buka. Foto: Must Share News
|
Dibantu oleh investor, orang tua, dan tim profesional, dua remaja tersebut akhirnya membuka kembali toko kue itu. Hanya saja konsepnya kini lebih condong seperti kafe modern.
"Sangat mengintimidasi. Aku dan kakakku masih sangat muda, terlalu banyak ekspektasi yang diberikan," ujar Vernice tentang tantangannya mengembalikan toko kue legendaris tersebut.
Pemilik lama awalnya enggan melepas Madeleine's karena ingin memastikan penerusnya benar-benar peduli terhadap kualitas. Orang tua Zachary dan Vernice pun sempat meragukan keputusan anak-anaknya.
Namun kakak beradik ini tak menyerah untuk menunjukkan kesungguhannya. Kini restoran tersebut berhasil beroperasi kembali dengan Zachary bertindak sebagai chef dan Vernice mengambil alih divisi bakery sambil tetap berkuliah.







