Marcelo Bielsa dikenal sebagai salah satu pemikir terbesar dan paling berpengaruh dalam dunia sepak bola, namun mengapa ia mendapat julukan 'El Loco'?
Bielsa akan dikenang dalam sejarah sepak bola sebagai sosok yang luar biasa menarik dan berpengaruh dalam cara pandangnya terhadap permainan ini.
Tim asuhannya, Uruguay, akan berhadapan dengan Spanyol malam ini dalam upaya menjaga harapan untuk lolos ke babak gugur tetap hidup.
Namun bagi seorang pria yang kerap terlihat canggung dan pendiam, mengapa ia dikenal dengan julukan 'El Loco'?
Bielsa baru-baru ini menarik perhatian penggemar sepak bola di seluruh dunia karena sikapnya yang rendah hati dalam sesi pemotretan FIFA: ia menundukkan kepala dan dengan sopan menolak untuk mengangkatnya ke arah kamera.
Namun, ada masa ketika pelatih Uruguay ini pernah mengejar sekelompok penggemar dengan membawa granat tangan dan mengancam akan menarik pinnya, setelah sekelompok 'ultras' mendatangi rumahnya menyusul kekalahan telak.
Kejadian ini terjadi pada tahun 1992, ketika Bielsa menjadi pelatih Newell’s Old Boys, tak lama setelah timnya kalah telak 6-0.
Ia membuka pintu rumahnya sambil membawa granat, menghadapi para penggemar garis keras klub yang menunggunya di luar.
Ketika mereka menyadari bahwa ancaman Bielsa bukanlah gertakan kosong, ia dikabarkan mengejar mereka di jalan sambil berteriak, “Masih mau bicara?” — semua itu dilakukan sambil mengenakan piyama.
Kisah menarik lainnya tentang 'El Loco', yang berarti 'Si Gila', termasuk ketika ia pernah berkata kepada salah satu beknya bahwa ia akan benar-benar memotong jarinya sendiri jika itu dapat menjamin kemenangan timnya.
Dalam cerita lain, yang sering terjadi berulang kali, stafnya dikabarkan pernah mengunci Bielsa di kamar mandi demi meredam ledakan amarahnya yang sering muncul setelah kekalahan.
Mantan penyerang internasional Uruguay sekaligus legenda sepak bola, Luis Suarez, pernah berbagi pengalamannya bekerja dengan Bielsa dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
“Sepanjang kariernya memang seperti itu,” ujar Suarez kepada Mundo Deportivo. “Kita harus menerimanya apa adanya dan terbiasa bekerja dengannya dengan cara seperti itu.
“Ada yang setuju, ada yang tidak, tapi ada alasan mengapa ia dijuluki seperti itu,” lanjut mantan penyerang Barcelona tersebut.
Dalam wawancara sebelumnya, Suarez juga sempat menyinggung bahwa pendekatan Bielsa yang dingin, bahkan menakutkan, bisa menjauhkan para pemain Uruguay darinya.
Pada tahun 2024, Suarez menolak membahas detailnya lebih lanjut, hanya mengatakan bahwa perilaku El Loco “menyakitkan untuk dilihat” dan ia tidak ingin membicarakannya demi “kebaikan tim.”
Namun ketika pendekatan itu berhasil, hasilnya luar biasa. Pada tahun 2023, Lionel Messi — yang dianggap sebagai pemain terbaik sepanjang masa — memuji Bielsa dengan kata-kata hangat.
Setelah Uruguay mengalahkan Argentina dan Brasil secara beruntun dalam kualifikasi Piala Dunia, Messi mengakui bahwa pengaruh Bielsa sangat terlihat, dengan intensitas permainan La Celeste yang sulit ditandingi.
Namun sebaliknya, ketika pendekatan tersebut tidak berhasil, pembicaraan seputar Bielsa menjadi jauh lebih keras. Dengan kemungkinan bahwa ia akan mundur setelah Piala Dunia 2026, hasil di turnamen ini akan sangat menentukan bagaimana ia dikenang.
La Celeste telah mencatat dua hasil imbang di turnamen ini, meski menjadi favorit di kedua pertandingan tersebut.
Mereka sangat membutuhkan kemenangan malam ini melawan Spanyol untuk memastikan lolos ke babak berikutnya — hasil yang bisa menentukan apakah Bielsa nanti akan dikenang oleh rakyat Uruguay sebagai seorang jenius, atau sekadar 'El Loco'.