Laporan Waratwan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Ratusan penghobi tenis meja dari berbagai daerah di Bandung Raya, ikuti turnamen Dicky Cup 4 di ITC Kebon Kalapa, Kota Bandung, Jumat (26/6/2026) hingga Minggu (28/6/2026).
Turnamen ini juga mendapat apresiasi dan dukungan dari PTMSI Kota Bandung, hingga PB PTMSI.
Para peserta terlihat antusias dan bergembira dalam berkompetisi, sorak sorai, hingga tawa dari para penonton, sesekali terdengar meramaikan suasana.
Turnamen ini mempertandingkan tenis meja double di mana terdapat 200 pasang peserta yang ikut berkompetisi.
Para peserta terdiri dari berbagai usia hingga ada yang usianya 80 tahunan. Hebatnya dalam turnamen ini tak ada sponsor.
Hal tersebut membuktikan bahwa tenis meja bisa dimainkan oleh siapapun, di manapun, hingga berbagai kalangan.
Tak hanya kompetisi penghobi, rencananya akan digelar Dicky Cup untuk atlet kelompok usia guna menjaring atlet-atlet potensial.
Menurut penyelenggara teurnamen, Dicky Nur Rizky, turnamen tersebut digelar karena memang dirinya hobi tenis meja.
Baca juga: SMA Nasional dan Guna Dharma Mulai Terima Murid SSK, Kuota Masih Tersedia
"Sebenarnya turnamen ini ajang silaturahmi yang pertama. Mudah-mudahan bisa mendukung programnya dari PTMSI Kota Bandung, terutama di Kota Bandung tercinta," ujar Dicky, di sela pertandingan, Sabtu (27/6/2026).
Dicky menjelaskan ke depan pihaknya akan menggelar turnamen di usia binaan, seperti U-13, U-15, U-17, dan U-19.
Hal ini sebagai sarana untuk menjaring atlet potensial dan prestasi.
"Kalau sementara ini kita memang lingkup ruang lingkupnya penghobi," kata Dicky.
Dicky bersyukur dan tidak menyangka antusias peserta sangat tinggi di mana terdapat sekitar 200 pasang atau sekitar 400 orang karena ada beberapa yang ikut duakali.
Dicky sengaja menggelar di tunramen di ITC karena berada di tengah kota sehingga bisa dijangkau baik oleh yang di Cimahi, Kota Bandung, Bandung Timur, Selatan dan lainya.
"Alhamdulillah sih di sini berkumpul semua, Jadi, teman-teman semua support lah untuk turnamen Dicki Cup 4 ini," katanya.
Sementara itu, Ketua PTMSI Kota Bandung, Tedy Rusmawan, sangat mengapresiasi Dicky Cup yang rutin mengadakan turnamen tenis meja.
"Turnamen ini bukan yang pertama dan sebuah hal yang patut diberikan apresiasi karena jarang ada turnamen yang bisa berjalan berkelanjutan," ujar Tedy.
Tedy mengatakan biasanya ada kegiatan pertama, kedua, lalu berhenti, tapi Dicky Cup ini terus berjalan sampai yang keempat
Rencananya, di akhir tahun ini bisa digelar kegiatan kompetisi usia muda, seperti U-17 sebagai pembinaan atlet muda. Pihaknya mendukung dan siap membantu.
"Harapannya dengan turnamen seperti ini muncul bibit-bibit baru, yang bisa ke depan mewakili Kota Bandung. Jadi selain kompetisi, ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan," ucapnya.
Baca juga: Temuan Mengejutkan di SPMB Kota Bandung: Restoran Miliki 20 KK, Tempat Karaoke Jadi Alamat 3 Siswa
Hal senada diungkapkan Penasehat PTMSI Kota Bandung sekaligus jadi peserta dalam turnamen, Troyadi Ginanda Lukas, yang sangat mengapresiasi kepada penyelenggara khusunya pak Dicky sebagai inisiator.
"Jadi, sangat mendukung sekali ya, apalagi ini sudah keempat, Dicki Cup ini, Mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut," kata Troyadi.
Troyadi mengungkapkan penghobi tenis meja di Kota Bandung sangat banyak. Ia melihat setiap RW memiliki PTM dan bisa dimainkan siapapun.
"Minggu sekarang saja mungkin ada tiga titik turnamen itu, baik single maupun double. Di kelas penghobi juga sekarang mantan-mantan pemain baik Kota Bandung, Porda, maupun nasional banyak,"
"Saya sangat mendukung ya, saya salah satu pengurus PTMSI Kota Bandung, mendukung untuk kelompok umur. Ya, karena di sini akan terlihat bibit-bibit potensial, apalagi Jawa Barat, dari zaman dahulu itu banyak bibit-bibit dari Jawa Barat," ujar dia.
Pengurus bidang Pembinaan Prestasi PB PTMSI, Daniel Judistian Suherman, juga mengaku dirinya sangat mengapresiasi dan mendukung terselenggaranya Dicky Cup 4 ini.
Daniel mengatakan, pihaknya harus berterima kasih kepada sosok, seperti Pak Dicki ini, sampai saat ini masih mau mengadakan acara-acara tenis meja yang terus-menerus.
"Selain acara yang di cabang untuk masyarakat ini, dia juga akan ngadain event untuk tingkat prestasinya. Jadi, dia enggak cuman untuk masyarakat (penghobi) tapi untuk prestasinya pun dia tetap perhatikan," katanya.
Daniel mengatakan, ke depannya mudah-mudahan Diki Cup ini enggak berhenti sampai yang keempat ini, tapi terus berlanjut, dan terdapat turnamen kelompok usia untuk pembinaan dan penjaringan atlet berprestasi.
"Semoga event ini terus berlanjut untuk ke depannya," ucapnya. (*)