Polresta Sleman Dalami Fakta Lapangan Teror Api Misterius di Seyegan,  Fokus Kumpulkan Alat Bukti
Muhammad Fatoni June 27, 2026 08:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Polresta Sleman terus melakukan penyelidikan terkait fenomena teror api misterius yang terjadi di rumah Agusyani Mujiyanto, di Dusun Mriyan X, Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berfokus pada pengumpulan alat bukti serta pendalaman fakta-fakta yang ditemukan di lapangan.

Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, membenarkan bahwa proses penyelidikan masih berjalan.

Pihaknya berkomitmen untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus mengungkap penyebab fenomena ini. 

"Terkait penanganan kasus Rumah Api di wilayah Seyegan, saat ini masih dalam proses pencarian alat bukti dan pendalaman fakta di lapangan," ujar Argo, Sabtu (27/6/2026).

Meski penyelidikan telah dimulai, Argo belum mau memberikan detail lebih lanjut mengenai temuan sementara, maupun perkembangan terbaru terkait kasus yang menyita perhatian masyarakat itu.

Ia menekankan bahwa pihaknya perlu berhati-hati agar proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur.

Polresta Sleman berjanji akan memberikan keterangan resmi kepada publik setelah ditemukan perkembangan berarti dari hasil pendalaman yang sedang dilakukan.

"Jika ada perkembangan lebih lanjut, akan kami sampaikan secara resmi,"katanya. 

Baca juga: Misteri Api di Rumah Agusyani Seyegan Belum Padam 

Pasang CCTV

Di sisi lain, setelah para peneliti secara resmi menutup penelitian, keluarga Agusyani saat ini berinisiatif memasang kamera CCTV.

Hal ini untuk menepis tuduhan rekayasa terkait teror api misterius yang terjadi di rumahnya.

Putri Agusyani, Mutfiana mengeklaim rekaman CCTV tersebut berhasil menangkap momen bagaimana kemunculan api saat ruangan dalam keadaan kosong dan kini bukti tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian.

Sejak 20 Juni 2026 lalu, Agus dan keluarganya mulai menata ulang kepingan hidupnya.

Barang-barang yang sempat dievakuasi ke ruko sebelah utara, kini satu per satu dikembalikan ke dalam rumah.

Lembaran baru pun dibuka, meski di sela-sela dinding rumah masih menyisakan jelaga hitam sisa kebakaran. 

"Sekarang kami mencoba hidup seperti biasanya," ujar Mutfiana
 
Fia, sapaan akrabnya, bersama suami dan anaknya, memilih untuk menempati lantai atas. Area yang dulunya difungsikan sebagai kafe, kini telah disekat-sekat menjadi kamar.

Sementara, Agusyani dan sang istri menempati lantai bawah. Bagi mereka, kewaspadaan kini tetap menjadi bagian dari rutinitas wajib yang terus dijalankan setiap hari.

Mengingat, letupan api masih sesekali muncul, meskipun dengan intensitas yang menurun.(*) 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.