TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII 2026 membawa berkah bagi sektor pariwisata Gorontalo.
Salah satu destinasi yang merasakan dampak positifnya adalah Wisata Hiu Paus Botubarani di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango.
Selama pelaksanaan Penas, kawasan wisata tersebut dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang memanfaatkan waktu luang untuk melihat langsung hiu paus di perairan Botubarani.
Baca juga: Wisata Hiu Paus Ubah Nasib Pemuda Botubarani, Dari Nelayan Menjadi Pilot Drone
Berdasarkan data pengelola Pangkalan IV, jumlah pengunjung yang tercatat sejak 19 hingga 26 Juni 2026 mencapai 1.039 orang.
Pengelola loket Pangkalan IV, Ririn Dzakaria, mengatakan angka tersebut hanya berasal dari satu pangkalan yang dikelolanya.
"Dari tanggal 19 sampai 26 Juni tercatat ada 1.039 pengunjung. Itu baru data di Pangkalan IV. Pangkalan lain juga menerima pengunjung, tetapi kami tidak mengetahui jumlahnya karena masing-masing melakukan pendataan sendiri," kata Ririn kepada Tribun Gorontalo, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, lonjakan kunjungan terjadi seiring pelaksanaan Penas XVII yang menghadirkan peserta dan tamu dari berbagai provinsi di Indonesia.
Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah pejabat negara dan kepala daerah yang menghadiri Penas juga menyempatkan diri mengunjungi destinasi tersebut.
Di antaranya Menteri Pertahanan, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wali Kota Palopo, Bupati Aceh Tamiang, serta sejumlah kepala daerah lainnya.
Ririn mengatakan tingginya jumlah wisatawan membuat hampir seluruh fasilitas wisata dimanfaatkan secara maksimal.
Mulai dari perahu kayu, perahu kaca, penyewaan alat snorkeling dan diving, jasa dokumentasi drone, hingga berbagai perlengkapan pendukung lainnya digunakan oleh para pengunjung.
"Hampir semua fasilitas digunakan selama Penas berlangsung," ujarnya.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.
Operator perahu, pemandu wisata, penyedia alat snorkeling dan diving, pilot drone, hingga pelaku usaha kecil di kawasan Botubarani ikut merasakan peningkatan pendapatan selama pelaksanaan Penas.
Meski rangkaian Penas XVII telah berakhir, kunjungan wisatawan ke Hiu Paus Botubarani masih terpantau ramai.
Pengelola berharap momentum tersebut menjadi promosi efektif bagi destinasi wisata unggulan Gorontalo sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan pada masa mendatang.
Ririn menilai tingginya kunjungan selama Penas menjadi bukti bahwa Wisata Hiu Paus Botubarani masih menjadi salah satu tujuan favorit bagi tamu yang datang ke Gorontalo.
Pantauan Tribun Gorontalo pada Sabtu pagi menunjukkan wisatawan yang datang didominasi kalangan anak muda.
Namun, pengunjung berusia 40 tahun ke atas juga cukup banyak terlihat menikmati objek wisata tersebut.
Sebagian wisatawan mengabadikan momen menggunakan kamera bawah air maupun drone, sementara lainnya memilih menikmati kemunculan hiu paus dari atas perahu kaca atau turun langsung ke laut menggunakan perlengkapan snorkeling dan diving yang didampingi pemandu.
Pada Sabtu pagi, sedikitnya lima ekor hiu paus kembali muncul di perairan Botubarani dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, termasuk pengunjung dari luar Gorontalo hingga mancanegara.
Selain menawarkan pengalaman berinteraksi dengan hiu paus, destinasi ini juga menerapkan berbagai aturan untuk menjaga keselamatan pengunjung dan kelestarian satwa tersebut.
Pengunjung dilarang menyentuh hiu paus, menggunakan lampu kilat saat memotret, serta wajib menjaga jarak aman agar tidak mengganggu perilaku alami satwa yang menjadi ikon wisata bahari Gorontalo tersebut. (*)